Limbah Kupas Sayur Tak Tersentuh, Ini Tanggapan DLHK

 

TANJUNG REDEB – Terkait limbah kupas sayur di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) yang lambat penanganannya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) melalui Kepala Bidang (Kabid) kebersihan pengelolaan sampah dan limbah B3 dan pertamanan Kabupaten Berau, Junaidi,  memberikan penjelasan.

Junaidi menjelaskan, pihaknya memang terlibat langsung dalam menanggulangi limbah pasar tersebut, terbukti dengan disediakannya kontainer sampah sebanyak 2 unit.

“Kalau waktu pengangkutan sampah sisa aktivitas pasarnya, itu dilakukan 2 kali yakni pagi dan sore,” terangnya kepada beraunews.com, Senin (10/04/2017).

Bahkan, lanjutnya, ada 5 personel yang bertugas mengambil limbah tersebut, kemudian dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga, yang pada akhirnya bisa dijadikan kompos.

BACA JUGA : Berbau, Limbah Kupas Sayur Dibiarkan Menumpuk

Lantas, yang menjadi permasalahan utamanya adalah jadwal kedatangan petugas pembersih  dan kurangnya personel, sehingga limbah kupas sayur itu menumpuk hingga berhari-hari.

“Tetapi ini bukan sepenuhnya karena faktor itu (kurang personel-red), karena terkadang daun sayuran dan sisa kupasan sayuran itu dikupas di malam hari, dilempar begitu saja, tanpa memastikan apakah masuk ke bak sampah yang sudah disediakan ataukah tidak. Alhasil, menumpuk dan busuk sampai mengeluarkan aroma tidak sedap,” cetusnya.

“Ke depannya, kami juga akan membangun unit komposter untuk merubah limbah khususnya sejenis sisa sayuran ini, agar bisa menjadi kompos sehingga bisa dimanfaatkan,” tambahnya.(bnc)

Wartawan: Rama Sihotang/Editor: R. Amelia