Gempa Sulteng, Berau Sedikit Bergoyang

 

TANJUNG REDEB – Masyarakat Berau sempat merasa khawatir dengan guncangan menyerupai gempa bumi yang terjadi beberapa jam lalu. Tak hanya di Berau, menurut salah satu komentar di sebuah postingan masyarakat Berau, hal itu juga dirasakan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Khilmi mengatakan jika dari data BMKG memang terjadi gempa di daerah Minahasa, Sulawesi Tengah. Menurut data yang ada, gempa berkekuatan 5.6 SR, 0.31 Lintang Utara, 120.59 Bujur Timur dengan kedalaman 71 KM.

"Untuk pusat gempanya terjadi di daerah Sulawesi, namun gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami di daerah tersebut, tetapi bisa saja getarannya dirasakan di Berau maupun daerah Tanjung Selor," ungkapnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Jumat (31/03/2017).

Selain itu, untuk informasi yang dihimpun BMKG Berau, titik gempa yang terjadi sekitar 38 KM Barat Daya Parigimoutong, Sulawesi Tengah; 63 KM Barat Daya, Toli-toli, Sulteng; 112 KM Barat Daya Buol, Sulteng; 156 KM Timur Laut, Palu, Sulteng; dan 1690 KM, Timur Laut, Jakarta.

"Kami perkirakan untuk di Berau sendiri dirasakan dalam Skala Modified Mercalli Intensiti (MMI) (suatu ukuran kekuatan gempa yang diciptakan oleh Giuseppe Mercalli-red) yang dirasakan beberapa orang dan contoh lainnya seperti benda ringan yang digantung ikut bergoyang. Sementara pusat gempa sudah jelas 5.6 di daerah Sulawesi," bebernya.

Warga Berau pun sebagian mengaku merasakan guncangan itu meskipun hanya dalam waktu beberapa detik, tetapi ada juga yang mengaku tak merasakan sama sekali adanya goyangan efek dari gempa atau biasa disebut lindu.

“Tadinya lagi enak baring-baring sambil menonton televisi, tetapi tiba-tiba rumah goyang, padahal bangunan rumah dari beton. Saya tanyakan ke tetangga ternyata mereka juga ada yang merasakan guncangan itu,” terang Wiji, salah satu warga Jalan Durian 3.

Sedangkan Nanik, justru mengaku tidak merasakan guncangan apapun, padahal saat itu ia tengah berada di dapur.

“Tetangga ramai mengatakan ada gempa, tetapi saya tidak merasakan apapun, karena saat itu saya sedang mencuci piring di dapur. Anggota keluarga lain yang memberitahukan kalau tadi ada gempa, barulah saya tahu,” tuturnya.

Sementara Ramli, Warga Jalan Mangga III mengaku merasakan getaran saat ia tengah menjaga toko. Hal serupa juga dirasakan kakak sepupunya yang saat itu tengah berada di dapur.

"Saya merasakan tadi getarannya, sempat merasa aneh juga saat lagi duduk kok badan bergoyang, dan ternyata kakak sepupu saya juga merasakan hal yang sama," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia