Tembudan Mandiri Kendalikan Sampah

BATU PUTIH – Keberadaan sampah kerap kali membuat masalah tersendiri, baik itu bagi warga maupun pemerintah setempat. Bahkan, tak jarang sampah-sampah organik dan anorganik terlihat menumpuk menghiasi tepi jalan dalam pemukiman. Dampaknya, berbagai jenis penyakit mengancam warga sekitar. Tetapi hal itu tidak akan terjadi jika sampah tersebut dapat dikendalikan dengan baik.

Seperti yang terlihat di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih. Meski jaraknya ratusan kilometer dari Ibu Kota Kabupaten, kampung ini sudah bisa dikatakan mandiri dalam mengendalikan sampahnya sendiri.

Kepada beraunews.com Kepala Kampung Tembudan, Nooriman mengatakan, dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, pemerintah kampung membuat program pengelolaan sampah. Untuk mendukung program tersebut, pihaknya juga telah menyediakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Disamping itu, pihaknya juga memprogramkan kotak sampah yang diberikan kepada setiap Kepala Keluarga (KK) yang diprogramkan melalui Alokasi Dana Kampung (ADK). Bahkan, pihaknya juga dibantu sejumlah tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) oleh Pemkab Berau.

"Kita juga menyebar TPST sebanyak 10 unit diseluruh wilayah Tembudan yang didanai dari Pemkab. Sementara masih dibangun," terangnya, Rabu (22/06/2016)

Ditambahkannya, untuk mendukung programnya benar-benar berjalan. Pihaknya juga mempekerjakan seorang warga yang dilengkapi motor sampah yang juga didanai dari ADK, guna mengumpulkan sampah ke rumah-rumah warga yang sebelumnya sudah diberikan kotak sampah.

Program yang sudah berjalan sejak awal tahun 2016 lalu itu, dinilai cukup berhasil. Pasalnya, tidak semua kampung yang ada di Kabupaten Berau dapat mengendalikan sampahnya serta ditunjang dengan fasilitas lengkap.

Namun dikatakan Nooriman, faktor utama keberhasilan programnya dalam mengendalikan sampah dikampungnya, yakni besarnya dukungan warga Tembudan dalam menjaga kebersihan lingkungannya.

Tak jarang, ada sebagian masyarakat yang sengaja mengumpulkan sampah, seperti botol plastik untuk dibuat seni kerajinan.

"Ada juga warga yang kreatif yang merubah sampah menjadi sumber daya. Nah, kedepannya kita juga akan membuat program, sampah-sampah yang dibuang akan dibuat menjadi kompos," jelasnya.

Demi menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat, pihaknya tak bosan-bosannya mengajak warga Tembudan untuk tetap mencintai dan terus menjaga lingkungannya.

"Kalau buang sampah, buanglah pada tempatnya. Sebab warga yang berbudaya, adalah warga yang mencintai lingkungannya," tutupnya.(hir)