Alun-alun di Lapangan Stenkholen? Begini Konsepnya

 

TANJUNG REDEB – terkait adanya isu yang beredar di masyarakat Teluk Bayur tentang pengalihfungsian lapangan sepak bola Stenkholen. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Mappasikra Mapaselleng mengatakan, jika rencana tersebut cukup bagus. Namun, lebih baik dengan konsep yang tidak mengubah fungsi lapangan tersebut.

"Bagus aja kalau ada taman di situ. Kalau memang mau ya ditambah, bukan diubah. Semisal, di pinggir lapangan itu dibuat alun-alun untuk bersantai," ungkapnya kepada beraunews.com, Senin (13/03/2013).

Dikatakannya, selain memiliki nilai sejarah, lapangan tersebut juga akan tetap nyaman untuk dikunjungi dan tetap bisa menjadi sarana olah raga para pemuda Teluk Bayur,  seperti fungsinya saat ini.

"Ya kalau lapangannya biar saja seperti itu, jadi tempat latihan. Selain bisa untuk lapangan besar, lapangan itu juga dibisa dibagi 3 seperti lapangan futsal," tambahnya.

BACA JUGA : Wabup : Saya Orang Paling Tidak Setuju Jika Lapangan Stenkholen Dialihfungsikan

Sikra, saapan akrabnya, juga mengatakan, jika dikonsep dengan baik maka lapangan tersebut bisa difungsikan bukan hanya untuk sepak bola maupun alun-alun. Beberapa areanya juga bisa dijadikan tempat jogging masyarakat dengan menutup jalan, guna mengurangi arus lalu lintas saat masyarakat berolahraga.

"Seperti halnya jalan aspal itu, di area depan kantor pos dan di depan gedung KNPI itu bisa dibuat jadi area joging. Biarkan pengendara melintas lewat pasar saat digunakan masyarakat untuk berolahraga," terangnya.

Tak hanya itu, beberapa pepohonan juga mungkin bisa ditambahkan di kawasan tersebut. Meski beberapa waktu lalu sempat ditebang karena dikhawatirkan roboh dan mengancam pengguna jalan, tapi diperkirakan saat ini bisa ditata kembali agar lebih nyaman.

"Pohonnya bisa ditambah lagi, tetap ada para pedagang yang mungkin akan berjualan juga," terangnya.

Sebenarnya, Lapangan Sepak Bola di Kecamatan Teluk Bayur ini sedang dibangun. Meski demikian, lapangan yang memiliki histori tersebut setidaknya masih tetap bisa digunakan untuk berlatih, kalaupun tetap ingin digunakan sebagai tempat kompetisi.

"Kan ada lapangan yang dibuat di Teluk Bayur itu, tapi yang ada historisnya ini tetap aja begitu, jadi kalau tidak dipakai main bola, ya mungkin bisa dipakai futsal," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia