Kontraktor Dermaga Apung Pulau Derawan Akan Perbaiki Kerusakan

 

TANJUNG REDEB – Terkait dermaga apung di Pulau Derawan yang rusak dihantam ombak, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Fuadi mengatakan, jika memang proyek tersebut merupakan proyek Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, selesainya proyek tersebut selanjutnya diserahkan kepada kampung untuk pengelolaannya.

"Itu memang proyek KKP, tapi setelah selesai, diserahkan kepada kampung untuk pengelolaannya, silahkan melakukan pungutan yang didasari dengan peraturan yang gunakan dana tersebut bisa digunakan untuk perawatan dermaga," ungkapnya saat ditemui beraunews.com, Jumat (10/03/2017).

Terkait kerusakan yang ada. Fuadi sudah mendapat informasi dari kontraktor pelaksana proyek tersebut jika pihak kontraktor akan melakukan perbaikan. Meski sudah bukan menjadi tanggungjawabnya lagi. Namun, pihak kontraktor suap membantu perbaikan.

"Tanggal 4 lalu kan baru mulai rusaknya, dan saat itu pihak kontraktor sudah menurunkan 2 orang anggotanya untuk melakukan pengecekan dan mengawasi jangan sampai kerusakan semakin parah," tambahnya.

BACA JUGA : Dermaga Pulau Derawan Rusak Dihantam Gelombang Tinggi

Dikatakannya. Saat ini pihaknya belum melakukan perbaikan karena menunggu tim dari Jakarta untuk memulai pengerjaan.

"Siang ini mungkin datang tim itu untuk langsung melakukan pengecekan ke lokasi lagi," jelasnya.

Konstruksi dermaga apung tersebut memang dibuat sedemikian rupa agar bisa naik turun mengikuti tinggi air. Pembuatan dermaga apung tersebut sebenarnya untuk membantu dermaga utama, sehingga masyarakat bisa lebih mudah saat turun dari kapal menuju dermaga.

"Sebenarnya itu untuk membantu dermaga utama, jadi memudahkan masyarakat yang turun dari kapal," tambahnya.

Dermaga apung tersebut juga sebenarnya sempat direncanakan dibangun di Pulau Kakaban. Namun, setelah menerima masukan dari beberapa rekan dan melihat kondisi ombak yang ada di pulau tersebut sehingga dialihkan.

"Semoga saja perbaikan bisa segera dilakukan dan bisa difungsikan kembali dengan pengelolaan dari pihak kampung," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia