Demi “Warisan” Rela Bersepeda Keliling Indonesia

TANJUNG REDEB – Dialah Raden Andik Jaya Prawira. Seorang alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) Kota Bogor angkatan tahun 1964 sekaligus pensiunan Dinas Kehutanan, Provinsi Kalimantan Tengah, pada tahun 1996 yang bertekad segera menyelesaikan misinya mengelilingi Indonesia dengan menggunakan sepeda.

Pria kelahiran Banten, 4 Agustus 1943, yang biasa di sapa Kang Andik, ini melakukan perjalanan ke beberapa provinsi dan kabupaten kota tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menemui para alumni SKMA yang tersebar didaerah-daerah yang ia kunjungi, termasuk Kabupaten Berau.

Dalam perjalanan yang dimulai dari Provinsi Banten, Kota Serang sejak 16 September 2014 lalu, Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi ke-21 dan Kabupaten Berau adalah kabupaten ke-259 yang telah ia kunjungi.

Lebih dari 2.400 alumni SKMA yang berada di Kadipaten, Pekanbaru, Samarinda, Makassar dan Manokwari telah ditemui Kang Andik. Perjalanannya menempuh kota demi kota dilakukan hanya untuk sebuah tujuan mulia yang datang dari dalam dirinya, yakni mengajak seluruh alumni SKMA untuk tetap mencintai dan melestarikan alamnya, terutama hutan sebagai paru-paru dunia.

Dalam kesempatan yang diberikan kepada beraunews.com untuk berbincang santai bersama Kang Andik di Posko Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) Kabupaten Berau, Senin (20/6/2016) malam, pria berjenggot putih yang didampingi beberapa alumni SKMA yang berada di Berau, kemudian menceritakan pengalamannya selama menempuh provinsi demi provinsi. Di mulai dari Banten, ia melintasi Jawa dan Bali selama 270 hari dengan jarak tempuh 6.000 Km. Sebanyak 128 kabupaten dan kota ia singgahi demi menemui para alumni.

Lalu kemudian, ia melanjutkan perjalanan melintasi Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur selama 105 hari dengan jarak tempuh sekitar 7.900 Km. Disana, ada 29 kabupaten dan kota yang ia sambangi. Melintasi Sulawesi, dari Sulawesi Barat hingga Sulawesi Utara selama 135 hari dengan jarak tempuh 7.950 Km, ia berhasil mengunjungi 77 kabupaten dan kota dari 80 kabupaten kota yang ada. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya menuju Maluku dan Ambon di Papua. Dan usai menjelajah Provinsi Kalimantan Utara, kini Kang Andik sedang menyusuri Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Berau.

“Motivasi saya untuk melakukan perjalanan ini hanya untuk menemui para alumni SKMA di seluruh Indonesia. Sebagai seorang rimbawan hutan, kami punya prinsip bahwa hutan adalah warisan untuk anak cucu kita dimasa yang akan datang. Dan melalui perjalanan ini, saya ingin mengajak seluruh alumni SKMA untuk terus menjaga dan melestarikan warisan itu. Jangan sampai kami sendiri sebagai rimbawan yang justru tidak memperhatikan keberadaan hutan,” ungkap pria yang memiliki 7 orang anak tersebut saat ditanya motivasinya mengelilingi Indonesia.

Kang Andik tiba di perbatasan antara Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur pada Kamis (16/6/2016). Di sana, ia disambut oleh beberapa alumni SKMA yang ada di Berau. Setelah dilakukan serah terima dari Kaltara, Kang Andik kemudian melanjutkan perjalanannya menyusuri Kabupaten Berau.

Kedatangannya bukan hanya disambut gembira oleh para adik-adik alumninya, namun sebuah komunitas pencinta sepeda yang mengetahui kedatangannya pun ikut serta mengawal perjalanan Kang Andik.

Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, Kang Andik juga telah mengunjungi Pulau Derawan bersama para alumni SKMA. Disana ia juga sempat menyambangi hutan mangrove yang masih tersisa di Kepulauan Derawan.

“Saya juga sempat melihat hutan mangrove yang ada di sana. Dan bagi saya Berau ini masih memiliki kekayaan alam terutama hutan yang cukup baik dari daerah-daerah lainnya,” katanya.

Saat disinggung mengenai dukungan keluarga terhadap apa yang dilakukannya saat ini, Kang Andik mengaku sang istri dan anak-anaknya memberikan dukungan penuh kepada dirinya.

“Kalau saya bukan orang SKMA, tidak bakalan saya diijinkan oleh keluarga untuk melakukan perjalanan ini. tetapi karena jiwa SKMA yang tertanam dalam  diri saya, bahwa setiap alumni SKMA itu mempunyai jiwa korsa yang kuat, dimanapun kami berada kami adalah saudara. Istri dan anak-anak saya mendukung misi saya karena saya adalah bagian dari mereka yang mempunyai jiwa korsa yang tinggi itu,” ungkap Kang Andik dengan raut wajah yang tidak bisa disembunyikan bahwa ia sedang merindukan keluarganya.

Selama perjalanannya, Kang Andik tidak pernah meminta bantuan dana kepada siapapun. Semua dana yang ia gunakan dalam perjalanannya adalah murni darinya. Namun, setiap alumni yang ia kunjungi tidak tinggal diam melihat perjuangannya. Dengan rasa kekeluargaan mereka sesama alumni SKMA, Kang Andik terkadang dibantu untuk meringankan biaya perjalanannya.

“Peran alumni SKMA disetiap daerah dalam mendukung perjuangan saya sungguh luar biasa. Mereka menerima kedatangan saya dengan baik, merelakan tempat tinggal mereka menjadi tempat menginap saya. Selama perjalanan saya tidak pernah menginap di hotel ataupun penginapan, selalu di rumah para alumni yang saya temui. Kalau tidak ada biasanya di kantor-kantor kehutanan yang ada,” kisahnya dengan semangat yang masih menyala-nyala.

Mengingat usia dan kondisi tubuh yang sudah semakin menua, tentu banyak orang-orang yang bertanya apa rahasia Kang Andik, agar selalu tampil kuat dan sehat, saat melakukan misi perjalanannya keliling Indonesia menggunakan sepeda.

“Saya tidak pernah minum air es. Setiap kali makan atau minum saya selalu meminta air hangat atau teh hangat. Tidak ada kiat-kiat khusus yang saya lakukan. Yang penting kuncinya adalah bahagia. Karena kebahagiaan itu adalah obat paling ampuh untuk melawan segala macam penyakit. Kalau hati bahagia, pasti pikiran akan tenang. Dan kalau pikiran sudah tenang, maka kondisi badan akan selalu sehat dan terhindar dari segala macam penyakit,” Kang Andik membeberkan rahasia sehatnya sambil sedikit bercanda.

Setelah menemui beberapa pejabat pemerintah daerah Berau, seperti Bupati Berau, Muharram, Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, dan Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah, pada Selasa (21/6/2016) hari ini, Kang Andik bersama beberapa alumni SKMA bertandang ke Kecamatan Biduk-Biduk, untuk mengunjungi objek wisata alam Danau Dua Rasa Labuan Cermin.

Rencananya, usai melakukan perjalanan ke beberapa daerah di Berau, Kang Andik akan melanjutkan misinya ke Kabupaten Kutai Timur, untuk menemui para alumni yang ada di sana.

“Saya menargetkan misi saya ini akan selesai dalam kurun waktu 2,5 hingga 3 tahun. Target saya semua alumni SKMA di Indonesia bisa saya temui, dan saya sangat berharap agar jiwa kecintaan kita kepada hutan di Indonesia selalu tumbuh dan bersemi agar selalu ada rasa ingin menjaga dan memelihara paru-paru dunia kita,” tutupnya.(mta)