Gotong Royong, Budaya Bangsa Indonesia

 

TELUK BAYUR – Program Pemda untuk kembali menggalakkan gotong royong nampaknya mulai dapat diimplentasikan dengan baik hingga saat ini. Bahkan sejumlah pihak mengakui jika program ini sangat bagus. Seperti yang dilaksanakan pihak Kecamata Teluk Bayur. Guna menciptakan peningkatan kebersihan lingkungan dan menanamkan hidup bersih kepada masyarakat, Kecamatan Teluk Bayur melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat dan Kelurahan Teluk Bayur, Jumat (17/02/2017) pagi.

Camat Teluk Bayur Nazaruddin mengatakan, kegiatan tersebut telah sesuai dengan instruksi dari Bupati Berau Muharram, agar program gotong-royong dijadikan agenda rutin setiap satu minggu sekali, dengan lokasi yang berbeda-beda. Terlebih budaya ini merupakan budaya asli bangsa Indonesia sejak dahulu kala.

“Dalam satu kali gotong-royong ini lokasinya tidak hanya terfokus pada satu kawasan. Sekarang kami membersihkan sampah-sampah yang ada pinggiran jalan di sekitar bandara Teluk Bayur dan sekitarnya,” ungkapnya.

BACA JUGA : Perilaku PHBS Rendah, Serangan DBD Di Rinding Tinggi

Selain itu, kegiatan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat ini diharapkan dapat menggugah kembali semangat masyarakat untuk bergotong-royong melakukan bersih-bersih, minimal di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Ia juga kerap kali mengimbau kepada lurah dan juga seluruh ketua RT yang ada di wilayah Teluk Bayur, untuk lebih perduli lagi dengan lingkungan sekitar. Apalagi, ia tak menampik jika kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih minim.

“Seharusnya masyarakat sekitar juga lebih peka, karena dengan banyaknya sampah yang berceceran di sekitar jalan, tentunya akan mengganggu mata yang melihat. Apalagi sekarang musim hujan, kalau lingkungan tidak bersih, siap-siap saja pasti banyak penyakit yang menyerang,” tambahnya.

BACA JUGA : Drainase Penuh Lumpur, Lurah Rinding Mengeluh

Dengan kondisi kesadaran kebersihan lingkungan yang masih minim ini, tentunya kelak akan merugikan masyarakat itu sendiri, dimana keberadaan sampah yang dibiarkan terus menumpuk di drainase, ditambah lagi dengan kondisi parit yang penuh lumpur tentu ini dapat membuat banjir, apalagi diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Kalau lingkungan bersih, yang merasakan dampaknya juga kita sendiri. Jangan sampai di daerah kita ini terjadi musibah seperti banjir yang justru disebabkan oleh tangan kita sendiri. Menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, namun harus melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia