Ayo Selamatkan Penyu Dari Kepunahan, Jangan Beli Aksesoris Dari Sisik Penyu

 

TANJUNG REDEB – Menanggapi masih maraknya perburuan penyu di Pulau Wisata, seperti Derawan dan Maratua, Biota Laut Berau (BLB), sangat menyesalkan kejadian tersebut.

Seperti yang disampaikan Wahyu Ika Putri, aktivis konservasi BLB, memang harus diakui saat ini masih ada beberapa warga nakal yang memburu penyu untuk digunakan sebagai bahan utama pembuatan aksesoris seperti gelang, cincin maupun pernak-pernik lainnya.

Padahal, sejak tahun 2014 lalu, pihaknya telah melakukan edukasi terkait larangan memburu dan membunuh penyu. Edukasi pun tak hanya sebatas teori, namun juga memberikan pelatihan kepada warga khususnya pengrajin aksesoris untuk memanfaatkan batok kelapa sebagai bahan pengganti sisik penyu.

Pelatihan tersebut diantaranya digelar di Pulau Derawan, Kampung Payung-Payung dan Bohe Silian, Pulau Maratua. Sejak tahun 2014 hingga 2016 lalu.

"Kami sudah memberikan edukasi kepada para pengrajin aksesoris yang masih sering menggunakan sisik penyu. Kami latih mereka membuat kerajinan tangan menggunakan limbah batok kelapa yang juga mudah ditemukan di daerah mereka. Dari pelatihan tersebut, ada beberapa warga yang kemudian beralih menjadi pengrajin aksesoris yang lebih ramah lingkungan dan tidak mengancam keberadaan penyu," ujarnya kepada beraunews.com, Sabtu (11/02/2017).

BACA JUGA : Penjual Aksesoris Sisik Penyu : Asal Bupati dan Wabup Tidak Tahu, Aman !!!

Meski telah memberikan edukasi, namun ia juga mengakui saat ini masih ada warga yang nakal memburu penyu. Namun hal itu menurutnya bukan karena kegagalan mengedukasi, melainkan proses edukasi yang tidak langsung merubah pola masyarakat.

"Kalau sekarang masih ada yang memburu penyu, bukan berarti edukasinya yang gagal, tapi karena edukasi butuh proses untuk dapat mencapai targetnya. Mungkin saat ini mereka belum sadar, tapi suatu saat kalau terus-terusan kita beri tahu mereka akan sadar," ucapnya.

BACA JUGA : Ketua DPRD : Penyu Daya Tarik Wisatawan, Jangan Diburu!!!

Saat ini, pihaknya hanya terus dapat memberikan pengertian kepada para wisatawan agar tidak membeli dan memesan aksesoris berbahan dasar sisik penyu. Dengan demikian, dapat berkontribusi dalam menyelamatkan habitat penyu dari kepunahan.

"Kalau kita belum bisa merubah para pemburu penyu, maka kita yang menyadari hal ini jangan sampai ikut membeli aksesoris dari sisik penyu itu sendiri. Karena mereka akan terus memburu penyu kalau permintaan terus berdatangan. Ayo kita bersama-sama selamatkan penyu," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia