Jangan Pelihara Tukik Tanpa Izin

 

BIDUK-BIDUK – Keberadaan sejumlah tukik di salah satu rumah makan yang ada di Kampung Biduk-Biduk Kecamatan Biduk-Biduk, cukup menjadi perhatian bagi berbagai kalangan, khususnya pecinta lingkungan. Meski pada intinya, tukik-tukik tersebut sudah kembali dilepas ke alamnya oleh Camat Biduk-Biduk Syafri, dan Kapolsek Biduk-Biduk AKP Suradi.

Sebenarnya tukik-tukik tersebut didapatkan oleh pemilik rumah makan tersebut lantaran sejumlah tukik tersebut terbawa arus dan terdampar di sekitar pantai Biduk-Biduk, tepatnya berada di sekitar rumah makan yang notabene berada di tepi pantai.

Menurut informasi, sebenarnya sudah beberapa kali tukik-tukik tersebut terdampar ke sekitar pantai Biduk-Biduk, sehingga tak jarang warga yang melihat tergerak hatinya untuk menyelamatkan tukik tersebut dengan cara memeliharanya. Setelah hewan tersebut telah cukup besar, dan tidak lagi rentan oleh hewan pemangsa, kemudian dilepaskan ke alamnya.

Camat Biduk-Biduk Syafri mengatakan, pemeliharaan tukik tersebut merupakan upaya masyarakat awam untuk menyelamatkan hewan tersebut. Namun, yang menjadi permasalahannya adalah, tukik merupakan hewan langka dan memang tidak diperbolehkan memelihara tanpa ada izin khusus dari balai konservasi.

Menurutnya, pemilik rumah makan tersebut sejatinya hanya ingin menyelamatkan sejumlah tukik tersebut. Sebab, tukik-tukik tersebut selain terdampar, juga banyak ditemukan nelayan yang kebetulan melaut. Ia juga menilai, sebenarnya dengan keberadaan penyu di Kampung Biduk-Biduk dapat menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

“Nah, ini nanti yang akan kita komunikasikan dengan balai konservasi, dan dinas pariwisata bagaimana nanti baiknya. Karena sebelum tiga ekor tukik yang kita lepaskan itu, pemilik rumah makan juga sebelumnya telah melepaskan 3 ekor tukik lain saat ada acara di Biduk-Biduk. Jadi ini bagus juga untuk konsep pariwisata di Biduk,” bebernya.

BACA JUGA : Tukik di Rumah Makan Biduk-Biduk Sudah Dilepaskan

Kendati demikian, pihaknya juga meminta kepada masyarakat, untuk tidak memelihara penyu atau tukik sebelum mendapatkan izin dari balai konservasi. Disamping itu, sosialisasi terkait tukik kepada masyarakat di Kecamatan Biduk-Biduk sepertinya perlu dilakukan.

“Apakah bisa melakukan konservasi sendiri atau bagaimana, itu akan kita tanyakan. Jangan sampai nanti ada warga kita yang niatnya baik untuk menyelamtkan penyu, malah ujungnya mendapat masalah lain. Dan kita juga sudah imbau kepada siapa saja yang masih memiliki tukik untuk segera melepaskannya,” bebernya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia