Waspada!!! Sudah 2 Kampung di Batu Putih Dilanda Abrasi

 

BATU PUTIH – Abrasi yang melanda warga yang berada di Pulau Balikukup atau Kampung Balikukup di Kecamatan Batu Putih kini mulai mengkhawatirkan. Bahkan, berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, abrasi sudah sangat dekat dengan pemukiman. Akibatnya, sejumlah pohon kelapa yang tadinya kokoh berdiri di sekitar pantai, kini mulai tumbang akibat tergerus air laut.

Kondisi itu juga dibenarkan Camat Batu Putih Mansyur, saat mengunjungi Kampung Balikukup beberapa hari lalu untuk menggelar Musrenbang Kampung di wilayah tersebut. Ia mengatakan, abrasi tersebut sudah melewati barisan pohon kelapa yang ada di tepi pantai. Tidak itu saja, abrasi juga menggerus pondasi rumah sejumlah warga yang berada di sekitar pantai.

“Ada bagian rumahnya sudah menurun karena digerus abrasi. Ada juga yang tinggal terasnya,” ungkapnya saat dihubungi beraunews.com melalui sambungan seluler, Kamis (09/02/2017).

BACA JUGA : Anggarkan 500 Juta Untuk Cegah Abrasi

Guna mengantisipasi abrasi terus berlanjut, masyarakat kampung di sana terpaksa berswadaya dengan memanfaatkan bahan seadanya guna menghambat laju abrasi. Dikatakan mantan Sekretaris Camat Biduk-Biduk ini, berdasarkan pantauannya di lapangan, masyarakat terpaksa menggunakan pohon-pohon kelapa yang sudah tumbang, untuk digunakan sebagai penahan ombak.

“Batang kelapa itu dipotong kemudian dibelah dua, kemudian ditancapkan di halaman rumah mereka agar mengurangi laju abrasi,” ungkapnya.

 

Melihat keadaan tersebut, pihaknya menyarankan kepada Pemerintah Kampung Balikukup untuk membawanya ke musrenbang kecamatan mendatang. Sebagai bentuk antisipasi dini, dirinya meminta agar dana ADK yang diturunkan untuk Kampung Balikukup, jika memungkinkan, sebagian anggaran tersebut dapat digunakan untuk pembuatan siring atau dinding penahan ombak. Tetapi harus dilakukan secara bertahap.

“Jadi yang kita sarankan menjadi prioritas itu adalah penanganan abrasi, disamping air dan penerangan. Namun yang menjadi perhatian serius bagi kita itu adalah abrasi itu. Jadi nanti, selain usulan tersebut dibawa ke musrenbang kecamatan, kalau perlu usulan itu kita bawa juga ke provinsi,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia