Harga Jual Lumayan, Perburuan Tiung Mulai Marak

 

BATU PUTIH – Siapa yang tidak kenal dengan burung beo? Hewan yang bisa menirukan bahasa manusia ini dinilai sangat menggemaskan karena keunikannya yang tidak dimiliki binatang lain. Namun siapa sangka, saat ini hewan yang juga dikenal dengan sebutan Tiung ini sudah mulai terancam. Pasalnya, banyak oknum warga yang kini melakukan perburuan burung ini untuk dijual ke luar daerah untuk dijadikan binatang peliharaan.

Seperti yang terjadi di Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih, berdasarkan informasi yang dihimpun beraunews.com, perburuan Tiung sebenarnya tidak hanya dilakukan masyarakat yang berada di sekitar Kecamatan Batu Putih saja. Bahkan sejumlah warga dari Samarinda juga melakukan perburuan Tiung ke hutan Batu Putih.

Salah seorang pemburu Tiung yang berhasil ditemui beraunews.com mengatakan, dirinya sudah beberapa hari berada di Kecamatan Batu Putih untuk mencari Tiung. Bahkan, dirinya bersama beberapa rekannya telah mendapat belasan ekor Tiung untuk dibawa ke Samarinda.

"Kita mencari di sekitar hutan sini saja. Biasanya kalau kita ke Samarinda bisa bawa Tiung sampai 20 ekor bahkan lebih," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan, Tiung-Tiung yang didapat di Batu Putih tersebut selanjutnya akan dibawa ke Pulau Jawa untuk dipasarkan kepada para kolektor hewan. Disamping itu, untuk harga sendiri juga terbilang cukup mahal, untuk satu ekor anak Tiung dijual dengan harga Rp400 ribu untuk semua jenis.

"Harga di Jawa juga akan berbeda dari harga di sini," tuturnya.

Menurutnya, Tiung di Batu Putih masih cukup banyak dibandingkan dengan di daerah Samarinda. Pasalnya kata dia, di sekitar hutan Samarinda dan sekitarnya, populasi Tiung sudah sangat jarang terlihat. Sehingga dirinya bersama rekannya mencari ke hutan Berau, khususnya Kecamatan Batu Putih.

"Di sana (Samarinda) sudah jarang sekali. Karena hutan yang ada di sana sudah jadi industri tambang dan perkebunan kelapa sawit. Di sini kelihatannya masih banyak. Apalagi kata warga di sini, anak Tiung juga masih banyak beterbangan di sekitar hutan," bebernya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia