Puncak Musim Hujan, Harap Waspada

 

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) Berau, mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem sampai pertengahan Februari nanti. Peningkatan curah hujan disertai angin kencang dan petir diperkirakan masih berlangsung.

Kondisi ini terjadi karena dampak belokan angin, yang membuat awan-awan konventif yaitu Cumulonimbus berkumpul di Berau. Selain itu, terjadinya awan ini karena adanya pengaruh uap-uap air di sekitar perairan Berau. Cuaca ini pun sudah mulai dirasakan sejak awal Januari.

“Kalau kita lihat, akan ada peningkatan curah hujan dibandingkan dengan bulan Januari lalu,” ujar Forecaster BMKG Berau Imam Ali, saat di konfirmasi lewat telepon, Jumat (03/02/2017).

Peningkatan curah hujan ini pun terus dipantau BMKG. Sepanjang Januari lalu, BMKG mencatat curah hujan berada pada angka 130 milimeter. Sementara memasuki Februari ini, BMKG sudah mencatat bahwa curah hujan mencapai 20 mm dengan ketinggian gelombang mencapai 0,5 hingga 1 meter.

“Kalau untuk seminggu ke depan, kita perkirakan masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelas Imam.

Dengan tingginya curah hujan hingga pertengahan Februari nanti, tidak menutup kemungkinan terjadinya gangguan juga terhadap jalur penerbangan di Bandara Kalimarau. Seperti yang terjadi sebelumnya, beberapa pesawat mengalami gagal landing akibat jarak pandang yang terbatas, hanya 400 meter.

“Kita terus koordinasi dengan pihak bandara jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrem,” ujarnya.

Imam juga tetap memberikan peringatan kepada masyarakat. Meskipun kondisi angin serta gelombang masih diperkirakan normal saja, tapi dengan peningkatan curah hujan ini tentu memberikan dampak lain.

“Mungkin, untuk masyarakat yang tinggal di daerah-daerah rawan banjir, agar selalu waspada dan siap sedia. Kondisi cuaca sekarang ini tidak menentu, terkadang bisa tiba-tiba berubah,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia