Camat Derawan Proteksi Ikan Hiu Sejak Dini dari Pemburu

 

TANJUNG REDEB – Camat Pulau Derawan mengaku sudah kesal dan geram dengan ulah salah satu pengusaha asal kota Tarakan, yang membagikan brosur pembelian ikan hiu kepada warganya. Menyikapi permasalahan ini, salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah kecamatan ialah, dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, terhadap dampak penjulan ikan hiu ini.

“Ini yang sementara bisa kita lakukan. Kita sampaikan bahwa ikan ini merupakan salah satu habitat asli perairan kita. Kalau tidak, mana mungkin orang luar jauh-jauh ke sini mencarinya. Ini yang harus kita jaga, dan itu sudah kita sampaikan bertahap ke nelayan kita,” ungkap Camat Pulau Derawan, Kudarat, Jumat (03/02/2017).

Menurutnya, aktivitas ini menjadi salah satu tambahan bagi masyarakat, khususnya nelayan yang mencari penghasilan lebih. Karena sebagian besar yang melakukan perburuan ikan Hiu ini adalah nelayan kecil, dengan nilai jual per ekornya mencapai Rp2 juta hingga Rp4 juta, tentu membuat nelayan kecil ini berlomba untuk memburunya.

“Tentu kita tidak bisa langsung melarang mereka, jadi kita berikan penjelasan secara bertahap lah. Begitu juga dengan penampungnya, sudah kita sampaikan bahwa penjualan hewan ini dilarang, dan dia sudah menerimanya,” ujarnya.

Sementara, ia juga menegaskan, perdagangan ikan Hiu ini merupakan salah satu bentuk pengrusakan kualitas lingkungan laut. Pemkab Berau melalui Wakil Bupati, Agus Tantomo sudah tegas menolak perdagangan ikan Hiu ini, mengingat ikan yang diperdagangkan merupakan salah satu ciri khas yang ada di Berau. Bahkan, beberapa wisatawan yang datang berkunjung khusus mencari ikan jenis ini.

“Jadi beberapa daerah lain itu bukan hanya melarang jual beli saja, tapi larangan untuk dimakan juga. Ini merupakan salah satu bentuk pelestarian. Mungkin bisa kita terapkan di sini,” jelasnya.

Meskipun tidak termasuk dalam kategori biota laut yang terancam punah, tapi langkah awal harus dimulai dari sekarang untuk mengantisipasi berkurangnya spesies ikan Hiu ini.

"Karena beberapa daerah bahkan di luar negeri tidak ditemukan ikan Hiu jenis belimbing, nurse dan pari, sehingga kita perlu memproteksi lebih dini," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia