Wabup Ancam Polisikan Dinas Kelautan Tarakan

 

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau menolak secara tegas perdagangan ikan Hiu yang saat ini mulai marak dilakukan oleh masyarakat, khususnya nelayan kecil. Pasalnya, pemkab khawatir dengan adanya aktivitas jual beli ikan karnivora ini, akan membuat kondisi ekosistem di sekitar perairan Berau menjadi rusak. Padahal, saat ini pemkab tengah gencar-gencarnya mempromosikan keindahan bawah laut Bumi Batiwakkal.

Kondisi ini pun mendapat respon dari pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Dirjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, dengan menggelar pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Berau, Kamis (02/02/2017).

BACA JUGA : Masyarakat Soroti Maraknya Penangkapan Hiu Jenis Leopard

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo menegaskan, perdagangan ikan Hiu ini merupakan salah satu bentuk pengrusakan terhadap kualitas lingkungan laut. Pemerintah pun menolak tegas perdagangan ikan Hiu ini, mengingat ikan yang diperdagangkan ini merupakan salah satu ciri khas yang ada di Berau. Bahkan, beberapa wisatawan yang datang berkunjung, justru khusus mencari ikan jenis ini.

“Jadi beberapa daerah lain itu bukan hanya melarang jual beli saja, tapi larangan untuk di makan juga. Ini merupakan salah satu bentuk pelestarian. Mungkin bisa kita terapkan di sini,” ungkapnya dalam rapat.

BACA JUGA : Dinas Perikanan Akui Ada Perburuan Hiu Leopard di Pulau Derawan

Meskipun tidak termasuk dalam biota terancam punah, tapi langkah awal harus dimulai dari sekarang untuk mengantisipasi berkurangnya spesies ikan Hiu ini. Karena beberapa daerah dan di luar negeri tidak ditemukan ikan Hiu berjenis belimbing, nurse dan pari. Bahkan, ia menegaskan, pemerintah daerah siap menyurati pemerintah Kota Tarakan, Kalimantan Utara untuk menghentikan perburuan hiu di daerah Berau.

"Kalau perlu kita polisikan saja Dinas Kelautan dan Perikanan Tarakan, karena dia yang mengeluarkan izin," tambahnya.

BACA JUGA : Hiu Diburu, Dinas Perikanan Kirim Surat ke Kementerian

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Berau Fuadi mengatakan, dari hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya, setiap tahunnya terjadi penurunan jumlah terhadap ikan-ikan Hiu ini akibat aktivitas perdagangan. Menurutnya, Berau memiliki keanekaragaman hayati yang cukup besar lantaran masuk dalam gugusan segitiga karang dunia. Dengan menghilangkan salah satu habitat biota laut, tentu berdampak juga pada habitat lainnya.

“Kita harus lebih tegas untuk menjaga biota ini, karena ini hanya ditemukan di Berau. Jadi memang benar-benar harus dijaga,” imbuhnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia