Aneh, Air Sumur Bor di Talisayan Tiba-Tiba Berbau Bensin

 

TALISAYAN – Sejumlah warga di Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan heran dengan kondisi air sumur bor yang biasa mereka gunakan, karena tiba-tiba berbau dan berubah warna. Tentu saja hal itu membuat masyarakat setempat khawatir. Apalagi, kejadian tersebut baru pertama kali terjadi di kampung itu.

Berdasarkan penelusuran beraunews.com, setidaknya ada dua rumah yang berada di RT 02 kampung Talisayan, yang air sumur bornya tercium bau cukup aneh. Seperti yang diungkapkan Hayadi. Ia mengatakan, mulai berbaunya air tersebut baru diketahui beberapa hari lalu. Awalnya ia mengira anaknya sedang bermain selang bensin, dan selang tersebut masuk ke dalam baskom air minum. Tetapi setelah dikuras dan wadahnya dicuci, ternyata baunya tetap tidak hilang.

"Baunya menyengat seperti bau bensin. Bahkan, warna tempat air itu juga berubah jadi kuning kemerah-merahan," ungkapnya kepada beraunews.com, Selasa (31/01/2017).

Ia mengatakan, tidak tahu persis mengapa air sumur bor miliknya bisa sampai berbau dan berubah warna. Padahal kata dia, bertahun-tahun dirinya bersama keluarganya menggunakan air sumur bor itu.

"Ini baru pertama terjadi. Kita juga heran mengapa bisa begitu. Apalagi airnya berbau seperti bau bensin," jelasnya.

 

Sementara itu, Muhammad Sofian juga mengalami hal yang sama. Maklum saja, rumahnya dan rumah Hayadi jaraknya hanya beberapa meter. Disampaikannya, dirinya baru mengetahui air berbau seperti bensin baru beberapa hari lalu, setelah air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kampung Dumaring tidak menyala.

"Saya baru dua kali nyelang air, awalnya saya tidak percaya kalau airnya bisa berbau begitu. Tapi setelah kedua kali nyelang baru yakin kalau airnya memang berbau," ujarnya.

Ia menduga, berubahnya air sumur bor tersebut berkaitan dengan kebocoran minyak bensin di APMS Talisayan beberapa bulan lalu. Apalagi, jarak antara APMS dengan rumahnya sangat dekat.

"Kita belum tahu pasti soal itu, sebab memang beberapa bulan lalu APMS itu pernah mengalami kebocoran sampai ribuan liter. Kalau dulu kan lagi kemarau, airnya masih normal. Setelah cuaca hujan terus seperti sekarang, barulah airnya berubah rasa dan baunya," bebernya.

Khawatir akan akibat yang dapat ditimbulkan air tersebut, ia terpaksa membeli air galon untuk keperluan minum dan memasak sehari-hari.

"Karena kalau dimasak airnya berubah kuning, dan baunya lebih menyengat. Makanya kita beli air galon, kalau untuk mandi kita terpaksa pakai air itu (sumur bor-red), karena tidak mungkin mandinya juga pakai air galon," tandasnya.(bnc)

Wartawan: Hendra Irawan/Editor: R. Amelia