Buaya Rawan Lepas, Mayang Mangurai Tak Aman Dikunjungi?

 

TELUK BAYUR – Kondisi penangkaran buaya yang ada di Bumi Perkemahan Mayang Mangurai saat ini sungguh memprihatinkan. Selain banyak sampah yang memenuhi kolam penangkaran, kondisi dinding pembatas kolam pun mulai rusak, bahkan terdapat sejumlah tanah penyangga dinding yang longsor hingga lebar mencapai diameter 80 centimeter.

Diakui beberapa pengunjung, kondisi seperti itu ternyata telah berlangsung lama. Seperti yang dikatakan Riska, salah satu warga yang beraunews.com temui ketika berada di lokasi penangkaran. Menurutnya, longsor itu terus melebar, terlebih ketika musim penghujan, hanya saja tak pernah ada upaya perbaikan hingga kini.

“Kita sering ke sini mas, terkhusus kalau pas libur, dan memang kita lihat secara jelas kondisinya memprihatinkan, ditambah lagi terdapat sejumlah titik tanah yang longsor dan bisa saja membuat buaya yang ada di dalam kolam, keluar sewaktu-waktu. Sudah pasti ini mengancam pengunjung yang ke sini,” ungkapnya, Selasa (31/01/2017).

 

Hal serupa juga diutarakan Bagus. Menurutnya, keberadaan kolam penangkaran buaya di Bumi Perkemahan Mayang Mangurai, cukup efektif sebagai sarana wisata edukasi pengenalan satwa terhadap anak. Namun sebagai orang tua, niatan untuk membawa anak dan keluarga bermain ke Mayang Mangurai harus diurungkan lantaran kondisinya yang dinilai sangat membahayakan.

BACA JUGA : Taman Wisata Alam Mayang Mangurai Kondisinya Memprihatinkan

“Berbahaya ini meskipun ukuran lubangnya hanya kecil, karena kalau dibiarkan bakalan terus melebar. Padahal jumlah buaya di dalam kolam ini ada belasan, dengan kondisi lapar lantaran jarang diberi makan. Kalau anak-anak main ke sini, terus buayanya keluar kan bahaya. Padahal ini kalau dikelola maksimal pasti akan bagus sekali, referensi liburan keluarga yang minim ongkos,” ujarnya.

Di kolam penangkaran saat ini setidaknya teradapat 11 ekor buaya dengan ukuran yang cukup besar. Sedangkan kondisi Mayang Mangurai yang tak terawat, membuat lokasi ini terlihat kumuh karena dipenuhi semak belukar.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia