BMKG : Waspadai Ancaman Hujan Lebat Pekan Ini

TANJUNG REDEB – Memasuki pekan ketiga di bulan Juni 2016, masyarakat dihadapkan dengan cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi tiga hari ke depan, yakni antara tanggal 17 Juni hingga 20 Juni 2016.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) Berau, Sulam Khilmi  membenarkan adanya ancaman fenomena alam tersebut.  Menurut  pantauan  satelit BMKG, hampir seluruh wilayah Indonesia tak terkecuali Kabupaten Berau, akan dilanda hujan lebat selama 3 hari ke depan, hal tersebut dikuatkan dengan kondisi atmosfer yang terindikasi tanda-tanda munculnya potensi hujan lebat di wilayah Indonesia.

“Dari pantauan satelit BMKG, indiksi hujuan lebat itu diperkuat dengan sejumlah tanda tanda yang muncul, seperti hangatnya suhu air laut di atas normal, masuknya aliran masa udara basah dari samudera hindia serta lemahnya aliran masa udara dingin Australia sehingga diperkirakan memberikan kontribusi terhadap peningkatan curah hujan,” ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (16/6/2016).

Lebih lanjut Khilmi menjelaskan, indikasi tersebut diperkuat dengan terjadinya perlambatan pertemuan angin di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang mengakibatkan kondisi atmosfer menjadi tak stabil. Akibatnya, sejumlah daerah akan mengalami hujan lebat, yakni Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Maluku dan Papua.

“Ini sangat berbahaya sekali, hujan lebat yang akan terjadi ini hampir merata di  seluruh Indonesia, akibatnya sejumlah ancaman serius menghantui masyarakat, seperti banjir bandang, tanah longsor dan pohon tumbang. Jadi masyarakat harus mewaspadai fenomena ini, terlebih warga yang tinggal di kawasan rawan bencana,” imbaunya.

Selain itu, Khilmi mengingatkan agar operator jasa transportasi laut untuk lebih meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pelayaran, khususnya pelayaran melalui laut Jawa menyusul gelombang tinggi yang masih terus terjadi hingga saat ini.

“Saya mengimbau bagi penyedia jasa pelayaran untuk lebih wasapada saat berlayar, ini sangat berbahaya karena ombak di jumlah wilayah cukup tinggi, terutama di wilatah laut selatan pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Timur,” tutupnya.(msz)