Soal Keberadaan Pesut di Berau, Ini Kata Kanopi

 

TANJUNG REDEB – Keberadaan sejumlah foto ikan Pesut di perairan wilayah Kabupaten Berau yang tersebar di facebook beberapa hari terakhir ini, dipertanyakan keasliannya oleh masyarakat. Apakah foto itu memang dijepret di wilayah Berau atau wilayah Sungai Mahakam, yang notabene menjadi tempat hidup Pesut selama ini?

Menanggapi informasi tersebut, beraunews.com berupaya mengkonfirmasi kebenarannya dengan menghubungi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Konservasi Alam Lingkungan Tropical Indonesia atau biasa disebut Kanopi. Ibrahim, Ketua LSM Kanopi yang dihubungi melalui telepon genggamnya mengatakan, jika informasi tersebut benar adanya.

Diketahuinya habitat ikan Pesut di perairan Sungai Berau bermula ketika Kanopi tengah melakukan survei Bekantan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Semboja Samarinda, di perairan Pegat Batumbuk 2016 lalu. Namun saat diperjalanan melakukan survei, rombongan bertemu dengan sekelompok Pesut di perairan Pulau Badak-Badak, Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Derawan.

“Nah kalau keberadaan Pesut di Sungai Berau ini memang sudah menjadi cerita lama, dan banyak nelayan yang sudah sering melihat Pesut itu, tapi mereka cuek dan tidak pernah mendokumentasikan, kebetulan kami survei waktu itu kami dokumentasikan, hasilnya seperti foto yang ada saat ini. Hanya saja kalau musim penghujan begini memang jarang kelihatan,” ungkap Ibrahim, Jumat (27/01/2017).

BACA JUGA : WOW...!!! Bukan Hanya di Sungai Mahakam, Pesut Juga Terlihat di Perairan Berau

Biasanya kemunculan Pesut terjadi ketika sedang cuaca panas serta suhu air dalam kondisi hangat. Waktu-waktu tersebut biasanya menjadi waktu yang paling sering kawanan Pesut muncul ke permukaan, terlebih ketika di sore hari saat air mulai pasang. Bahkan tak jarang kemunculan Pesut ini sampai di perairan Kampung Batu- Batu.

“Dari pantauan di lapangan, dan juga dari keterangan nelayan Kampung Pegat Batumbuk, ada sekitar tiga jenis Pesut yang sering muncul, ada yang pink, abu-abu dan warna susu. Tetapi yang paling sering dijumpai warga itu warna abu-abu. Bahkan sekarang kehadiran Pesut ini sudah kita laporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” imbuhnya.

Dengan kehadiran Pesut di perairan Berau ini, memecahkan persepsi kalau Pesut itu hanya ada di Sungai Mahakam. Bahkan saat ini kehadiran Pesut di muara sungai Berau ini sudah masuk di dalam website milik Kementerian Lingkungan Hidup sejak Agustus 2016.

“Meski Kanopi secara umum tugas dan program kerja di wilayah Berau lebih mengarah ke pengembangan hutan mangrove dan penelitian Bekantan, namun pihaknya tidak menutup diri untuk membantu pemerintah daerah dalam penelitian Pesut di Berau,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia