WOW...!!! Bukan Hanya di Sungai Mahakam, Pesut Juga Terlihat di Perairan Berau

 

TANJUNG REDEB – Pesut (Orcaella brevirostris) terlihat memasuki wilayah perairan Kabupaten Berau. Keberadaan ikan yang hanya ditemukan di tiga sungai pada tiga negara, salah satunya Sungai Mahakam, Kalimantan Timur itu, pertama kali diketahui terlihat di perairan wilayah Kabupaten Berau dan diposting oleh salah satu pengguna media sosial facebook, Ibra Ibrahim.

Dituliskan Ibra Ibrahim dalam laman facebook pribadinya, salah satu jenis lumba-lumba yang hidup di air tawar itu, berdasarkan informasi dari masyarakat diketahui telah memasuki sungai yang ada di Kabupaten Berau. Ada tiga jenis pesut yang menampakkan diri, yakni Pesut Pink, Pesut Susu dan Pesut Abu-Abu. Dua foto yang diposting Ibra Ibrahim merupakan hasil jepretan Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Tri Atmoko.

“Pesut di delta Berau. Info masyarakat, Pesut Berau ada 3 jenis warna. Pesut Pink, Pesut Susu, dan Pesut Abu-Abu,” tulis Ibrahim seperti yang dikutip beraunews.com, Kamis (26/01/2017).

Informasi keberadaan pesut di wilayah Perairan Kabupaten Berau itu juga dibenarkan pengguna facebook lainnya, Agus Heriyanto. Ia mengatakan, ia juga telah melihat langsung keberadaan pesut itu, Rabu (25/01/2017) kemarin.

“Betul kemarin tanggal 25 juga saya melihat pesut itu ketika di delta Berau,” komentar Agus, membenarkan postingan Ibra Ibrahim.

 

Hal senada pun disampaikan pengguna facebook lainnya, Andi Samsuddin Mandapih. Ia menjelaskan, pesut itu terlihat berada di sekitar wilayah kampung asal Bupati Berau, Muharram, yakni Kampung Teluk Semanting atau tepatnya di Sungai Badak-Badak, Kecamatan Pulau Derawan.

Sementara itu, salah satu anggota DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong menyampaikan, ketidakheranan dirinya akan keberadaan mamalia air yang unik itu di wilayah Perairan Kabupaten Berau. Sebab, berdasarkan cerita masyarakat Berau yang menjadi tetua masyarakat, keberadaan pesut itu juga dulu sering terlihat hingga ke Sungai Berau, yang merupakan induk Sungai Segah dan Sungai Kelay.

“Dulu pernah ada dilihat, tapi bukan hasil penelitian. Dia timbul dan tertangkap kamera. Dan, sejarah orang tua dulu, memang di perairan Berau sering terlihat. Itu tidak diteliti seperti di Samarinda, bahwa memang habitatnya di sana. Kalau di sini mungkin hanya migrasi dan sebagainya. Dulu paling sering terlihat di Sungai Batu-Batu dan Merancang,” ungkapnya saat dihubungi beraunews.com, Kamis (26/01/2017).

Hingga berita ini diterbitkan, diketahui sebanyak 55 pengguna facebook menyukai postingan tersebut. Salah satunya Ketua DPRD Berau, Syarifatul Sya’diah. Namun, niatan beraunews.com untuk mengklarifikasi kebenaran posting itu kepada Ibrahim secara langsung, belum membuahkan hasil.(bnc)

Wartawan: Andi Sawega/Editor: R. Amelia