Bupati : Hutan untuk Masa Depan Rakyat

 

TANJUNG REDEB – Bertempat di salah satu hotel di kawasan Jalan Pemuda Tanjung Redeb, Bupati Muharram dalam acara focus group discusion menegaskan, jika saat ini pemerintah terus berupaya untuk menjadikan pengelolaan hutan sebagai bentuk usaha yang dapat memberikan hasil ekonomis kepada masyarakat di kawasan sekitar hutan.

“Jika dilihat kondisi real di lapangan, pengusaha itu menguasai 90 persen hutan, sementara masyarakat hanya 3 persen saja. Atas dasar itu, sekarang akan dirubah konsepnya. Masyarakat juga bakal menikmati manfaat dari hutan ini,” ungkapnya dihadapan tamu undangan, Rabu (04/01/2017).

BACA JUGA : Kado Manis Akhir Tahun, Pemerintah Tetapkan Hutan Adat

Dengan pengelolaan hutan berbasis masyarakat seperti ini dinilai dapat menjaga kelestarian hutan dalam jangka panjang. Selain itu, ekonomi masyarakat juga akan tetap stabil.

“Negara luar ini kan terus memantau perkembangan hutan di Indonesia, jadi mereka memberikan dana untuk pengelolaan. Ini sebagai bentuk antisipasi perubahan iklim dunia akibat emisi karbon,” jelasnya.

Dalam memaksimalkan konsep ini, Muharram menegaskan ada empat langkah yang harus dilakukan pemerintah. Pertama, harus ada intervensi, dalam artian ada campur tangan pemerintah dalam pengelolaannya. Hal ini bisa dituangkan melalui rambu-rambu hukum untuk mengatur batasannya.

“Bisa diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), dimana sudah ada plot-plot yang dimanfaatkan untuk pengelolaan ruang ini,” imbuhnya.

BACA JUGA : Akui Hak Masyarakat Adat dalam Pengelolaan Hutan, Presiden Jokowi : Negara Hadir Berpihak kepada Rakyat

Selain itu juga, Muharram mengatakan, harus ada edukasi terhadap masyarakat. Dengan adanya pemahaman ini, bisa menjadi modal untuk mengarahkan masyarakat mengelola hutan dengan bijak.

Efeknya, peningkatan ekonomi masyarakat. Hal ini merupakan bagian yang sangat penting, karena ekonomi yang meningkat ini bakal mengurangi aktivitas masyarakat dalam merambah hutan.

“Kita harus cari solusi, bagaimana mereka mendapatkan sumber pendapatan yang lebih besar ketimbang menebang kayu,” sambungnya.

Tak cukup sampai disitu, harus ada perubahan kultur budaya di masyarakat. Dalam hal ini, adanya perencanaan jangka panjang yang harus dipikirkan untuk merubah kehidupan masyarakat.

“Tidak hanya kita biarkan mereka tinggal di hutan dan hidup seperti itu saja. Kalau bisa kita sediakan kebun dan mereka yang mengelola langsung, dan hasilnya untuk mereka juga,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia