Derita Hidup Warga Eks Pulau Panjang di SKB

TANJUNG REDEB – Pasca digusur dari lahan yang dibeli belasan bahkan puluhan tahun, sedikitnya ada 4 Kepala Keluarga terpaksa menumpang sementara di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jalan Ramania Kecamatan Tanjung Redeb. Salah satunya Ida Yulita. Beban hidup yang kian berat setelah tidak lagi memiliki tempat tinggal, ditambah tekanan batin hidup dipengungsian.

“Anak saya  sering nangis minta nonton TV, karena tidak ada hiburan lain disini (SKB-red),” ungkapnya.

Ia menceritakan, sering meneteskan air matanya saat anaknya bercerita tentang kebahagiaan saat masih tingal dirumahnya yang kini tinggal puing.

“Dulu waktu bulan puasa, dia cerita sering main dengan teman-teannya ramailah pokoknya, terus sekarang tidak punya lagi. Dia selalu ingat masa bahagia saat bulan puasa tahun lalu, kadang saya nangis kalau dia cerita begitu,” ujarnya lagi.

Khusus untuk anaknya, tidak muluk-muluk cita-citanya sekarang ini, Ida berharap bisa memenuhi hasrat anaknya menonton televisi. Sebelumnya, setelah digusur, anaknya sempat tidak mau turun sekolah selama seminggu.

Untuk menghindari ada sanksi sekolah, dirinya terpaksa menelpon Kepala Sekolahnya. Beruntung pihak sekolah mau mengerti. Kini anaknya sudah mau turun sekolah.

“Tapi ya itu tadi, apalagi kalau malam selalu mengeluh tidak ada hiburan, selalu minta nonton TV, kalau TVnya ada, tapi siarannya yang tidak ada karena taka da TV Kabel,”sebutnya.

Hidup dipengungsian dirasakan sangat berat olehnya, juga oleh semua Kepala Keluarga yang sementara masih menumpang di SKB. Harapan terbesar kini bagaimana ada perhatian pemerintah minimal membantu lahan untuk membangun rumah.(mta)