Begini Cerita Lengkap Upaya Evakuasi Pemanjat Sarang Burung PT Wallesta yang Dramatis

 

SAMBALIUNG – Evakuasi terhadap Hakim, korban kecelakaan kerja saat memanjat sarang walet, ternyata menyisakan kisah menarik nan dramatis saat dilakukan penyelamatan mulai dari dalam lubang sarang hingga membawa keluar dari hutan tempat lokasi pemanjatan sarang.

Setidaknya, dalam melakukan penyelamatan tersebut, ada sekitar 30 warga yang juga merupakan rekan korban, dan 2 orang petugas kesehatan yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), yakni Yusran dan Irawan, bahu- membahu melakukan evakuasi dari lubang sarang sedalam lebih dari 60 meter.

Yusran salah seorang tenaga medis yang memimpin proses evakuasi tersebut menceritakan, dalam melakukan penyelamatan kepada korban, cukup banyak tingkat kesulitan yang dihadapi. Selain medan yang sangat sulit, tantangan lain yang dihadapi pihaknya adalah tetap menyadarkan dan menjaga kondisi korban agar tetap stabil.

Lebih jauh dijelaskannya, korban mengalami kecelakaan kerja pada Sabtu (24/12/2016) sekitar pukul 13.00 Wita. Korban yang saat itu sedang memanjat dinding gua, tiba-tiba terjatuh akibat tali yang digunakan putus dari ketinggian kurang lebih 35-40 meter. Akibatnya tubuh korban mengalami patah tulang karena terhempas ke dasar gua.

Saat korban terjatuh, korban belum bisa dievakuasi keluar, lantaran dari dasar gua ke mulut gua terbilang tinggi, yakni sekitar 60-70 meter. Sehingga korban pun harus menunggu kedatangan tim medis 4-5 jam lamanya.

Sementara itu, rekan-rekan korban yang masih berada di dalam gua terus berupaya menjaga kondisi korban agar tetap stabil, dan sadar agar korban tidak mengalami shock akibat peristiwa yang baru dialaminya. Empat jam kemudian, tepatnya pukul 17.00 Wita, bantuan pun datang dan segera memulai evakuasi korban dari mulut gua.

Dengan menggunakan alat seadanya, pengangkatan korban pun mulai dilakukan dengan hati-hati, agar tidak memperparah cedera yang dialami korban.

“Jadi pelan-pelan. Menit per menit secara perlahan kita lakukan pengangkatan dengan sangat hati-hati. Dari jam 17.00 Wita dimulai proses pengangkatan, korban baru bisa dikeluarkan dari mulut gua sekitar jam 12 malam,” ujarnya.

BACA JUGA : Tali Putus, Seorang Pekerja Sarang Burung Walet Nyaris Temui Ajal

Setelah berhasil dievakuasi, dirinya bersama seorang rekannya Irawan, memeriksa kondisi korban, dan langsung memberikan pertolongan pertama. Tidak ingin berlama-lama, pihaknya pun segera melakukan evakuasi dengan membawa korban keluar dari hutan, Minggu (25/12/2016) pagi, dengan menggunakan alat seadanya.

Dalam proses tersebut, pihaknya harus menyusuri hutan lebat dengan medan yang yang tidak mudah, mulai dari mendaki gunung, menyusuri jalanan curam, dan menerobos semak belukar. Setidaknya, dari hutan tempat korban terjatuh hingga ke jalan poros logging milik salah satu perusahaan setempat, memakan waktu sekitar seharian lamanya dengan berjalan kaki. Bahkan, sambil menyusuri hutan, sejumlah orang lainnya juga membersihkan semak belukar demi memudahkan pihaknya mengevakuasi korban ke luar hutan.

“Itu pun kita hampir tidak pernah istirahat, kalaupun istirahat itu hanya mengambil nafas dan melihat kondisi korban, kemudian berjalan lagi. Jadi memang penangannya harus cepat. Terlebih medannya sulit, jangankan mau naik motor, jalan kaki saja sudah susah,” bebernya.

Beruntung, kondisi korban selalu dalam kondisi stabil, sehingga evakuasi dari dalam dasar gua, hingga menuju RSUD dr. Abdul Rivai yang berlangsung kurang lebih 3 hari, berlangsung sukses. Ia mengatakan, salah satu tantangan timnya melakukan evakuasi tersebut, yakni menjaga korban agar tetap stabil. Disamping itu juga, menjaga agar cedera yang dialami korban tidak menimbulkan pendarahan di dalam tubuh.

Dalam proses tersebut, dirinya juga mengapresiasi peran masyarakat yang telah berupaya keras ikut membantu dalam kelancaran evakuasi. Karena menurutnya, dalam melakukan pertolongan atau evakuasi salah satu hal yang paling penting adalah kerja sama dalam memanfaatkan waktu agar digunakan sebaik mungkin.

“Kita sangat mengapresiasi, dengan kerjasama yang baik evakuasi korban laka kerja dapat diselamatkan. Dan upaya yang kita lakukan tidak sia-sia,” bebernya.(Hendra Irawan)