Bupati Resmikan Unit Pembenihan Rakyat di Inaran

 

SAMBALIUNG – Kampung Inaran Kecamatan Sambaliung kini menjadi salah satu kampung pengembangan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) ikan di Kabupaten Berau. Kampung yang memanjang di sepanjang bantaran Sungai Kelay ini mendapat pendampingan melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR) dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), yang merupakan mitra kerja PT Berau Coal.

Pelaksanaan perdana pengembangan UPR pembenihan ikan di Kampung Inaran ini pun diresmikan langsung Bupati Berau, Muharram, Selasa (13/12/2016) siang. Dalam peresmian itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Berau, Fuadi dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMPK) Berau, Datu Kesuma.

Dalam sambutannya, Muharram mengungkapkan, melalui program pengembangan pembenihan ikan yang diwujudkan melalui program CSR, Kampung Inaran akan dapat menjadi daerah sentra pembenihan ikan, khususnya ikan air tawar di Kabupaten Berau.

Dari Kampung Inaran ini, harap Muharram, dapat menghasilkan benih-benih ikan yang berkualitas. Yang selanjutnya dapat menyuplai benih ikan ke kampung-kampung yang akan menjadi sentra pengembangbiakan dan pembesaran benih ikan menjadi ikan siap jual dipasaran. Begitu juga dengan program pengolahan dari hasil budidaya perikanan ini dapat dilakukan di kampung lainnya.

“Sehingga nanti kampung lain yang mengembangkan budidaya ikan air tawar ini bisa mendapatkan benih dari Kampung Inaran. Ketika bicara benih unggul ikan, disini (Kampung Inaran) pusat pembenihannya,” ungkapnya.

 

Untuk itu, tambah Muharram, dirinya selaku kepala daerah sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PT BUMA, yang merealisasikan program bantuan ekonomi secara permanen dalam pengembangan pembenihan ikan. Bantuan semacam ini tentu sangat membantu masyarakat.

Terlebih, usaha pembenihan ikan di Kabupaten Berau sangat menjanjikan. Pola semacam ini akan sangat diharapkan untuk dapat menggerakkan perekonomian masyarakat berbasis ekonomi permanen.

“Saya sebagai Bupati sebetulnya punya gagasan untuk membagi zona pembinaan. Supaya, dalam waktu tertentu paling tidak lima tahun ke depan, kita sudah tidak lagi menemukan desa yang tidak memiliki prospek ekonomi yang baik. Saya sering mengistilahkan itu, punya mimpi ke depan adalah membangun basic ekonomi permanen di desa,” lanjutnya.

Tak hanya pada sektor perikanan, jelas Muharram, CSR perusahaan juga dapat mendorong pengembangan di beberapa sektor ekonomi lain, yang memang merupakan potensial di setiap kampung. Baik itu, potensi pengembangan kampung di bidang pertanian maupun perkebunan. Melalui program CSR, pemetaan program disetiap kampung yang sesuai dengan keberadaan perusahaan harus disinkronkan dengan pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah.

Seperti, setiap kampung yang memang masuk dalam lingkar tambang maupun disekitar operasional perusahaan perkebunan perlu mendapat dukungan penuh dari perusahaan guna pemberdayaan ekonomi masyarakat yang permanen. Untuk kampung lain yang belum terjangkau, dapat diprogramkan melalui program pendampingan yang direncanakan Pemkab Berau melalui pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Dengan pola semacam ini, saya yakin masyarakat di 100 kampung akan memiliki usaha yang dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraannya,” ujarnya.

 

Dengan program pendampingan ini, harap kembali Muharram, disambut masyarakat dengan antusias. Apa pun program yang dilakukan, jika masyarakat malas menjalankan, maka programnya tidak akan berjalan dengan maksimal. Untuk itu, Muharram turut memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya warga Kampung Inaran agar dapat meraih kesuksesan.

“Apapun support dari perusahaan, apapun support dari pemerintah, kalau bapak masih punya penyakit malas, yakinilah tidak akan pernah sukses. Kita bisa sukses, itu berdasarkan kemauan dan semangat kita sendiri,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyaksikan penandatangan kerjasama antara manajemen PT BUMA dengan kelompok masyarakat pembenih ikan di Kampung Inaran.(Andi Sawega)