Musim Penghujan, Jalan Poros Berau-Samarinda Kembali Longsor

 

KELAY – Jalan Poros Berau-Samarinda tepatnya di KM 95 Kecamatan Kelay, sempat kembali terputus akibat adanya longsoran tanah dari tebing di sisi kiri jalan provinsi itu, Senin (12/12/2016) pagi. Akibatnya, arus lalu lintas sempat terputus total.

Namun, saat ini telah bisa dilalui kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, usai petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau terjun langsung ke lapangan melakukan pembersihan guna menormalkan kembali arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Salah satu pengguna jalan, Suryadi mengatakan, jalur penghubung antar Kabupaten Berau dengan beberapa kabupaten/kota di Kaltim itu mengalami longsor diduga akibat hujan deras, sehingga tebing yang sebagian besar berada di kawasan tersebut menjadi longsor dan memutuskan akses jalan.

Banyaknya longsoran tanah dan pohon tumbang yang menutupi jalan, sedikit membuat proses normalisasi jalan poros itu memakan waktu cukup lama. Namun, sekitar pukul 11.30 Wita, jalan tersebut dapat diakses kembali oleh para pengguna jalan.

“Tadi pagi saya mau lewat, tapi tidak dapat melintas karena ada longsor dan juga ada pohon-pohon yang tumbang,” katanya kepada beraunews.com.

 

Sementara itu, Kepala BPBD Berau, Mahdi Hasan mengungkapkan, pihaknya menerima informasi dari pengguna jalan, adanya longsor di jalan poros, yang sebelumnya juga pernah mengalami longsor itu. Usai mendapatkan informasi itu, petugas tanggap BPBD Berau langsung bergerak menuju ke lokasi.

“Setelah kami cek, memang benar terjadi longsor (kembali) di kawasan itu. Saat itu juga, langsung kami singkirkan menggunakan alat berat. Siang harinya sudah bisa dilalui kembali,” ungkapnya saat dihubungi beraunews.com melalui telepon seluler.

Jalur sepanjang jalan poros Berau-Samarinda itu, diakui Mahdi, memang merupakan kawasan rawan bencana. Terlebih, saat memasuki musim penghujan seperti saat ini.

“Untuk korban jiwa nihil, maupun korban harta karena di kawasan ini memang tidak ada rumah penduduk. Hanya saja longsor tadi sempat membuat kemacetan,” lanjutnya.

 

Untuk itu, tambah Mahdi, dirinya mengimbau agar seluruh masyarakat khususnya pengguna jalan untuk selalu waspada ketika memasuki kawasan rawan bencana, seperti KM 95 Kecamatan Kelay tersebut. Pasalnya, saat itu telah memasuki musim penghujan dengan intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

“Bagi warga maupun pengendara, saya mengimbau agar selalu waspada terhadap bencana yang akan terjadi. Sebaiknya jangan dulu jalan jauh di musim penghujan ini, apalagi menggunakan jalur darat di kawasan rawan longsor. Kami juga telah memasang rambu-rambu berhati-hati di kawasan ini,” pungkasnya.(Andi Sawega)