Waspada!!! Banyak Titik Jalan Rawan Longsor

 

SAMBALIUNG – Cuaca ekstrim yang sepekan terakhir melanda Kabupaten Berau, mengakibatkan sejumlah titik ruas jalan terputus akibat tertutup tanah longsor, seperti yang sebelumnya terjadi di ruas jalan poros Berau-Samarinda. Hujan deras yang mengguyur selama hampir 5 jam membuat tebing longsor hingga menutupi badan jalan.

BACA JUGAJalur Berau-Samarinda Sempat Putus Akibat Longsor Di Kelay

Namun, bukan hanya ruas jalan poros Berau-Samarinda, cuaca ekstrim juga membuat ruas jalan penghubung antara Kampung Bangun dengan Kampung Gurimbang Kecamatan Sambaliung, nyaris terputus akibat tanah yang bergeser hingga kedalaman 20 centimeter.

Sejumlah pengendara roda dua yang melintasi kawasan tersebut mengaku dibuat khawatir jika sewaktu-waktu kondisi jalan terus menyusut hingga membuat jalan terputus.

"Ini sudah terjadi sekitar satu minggu terakhir. Setiap hari saya lewat sini kalau mau bawa sayuran ke Tanjung. Walau masih bisa dilalui, tapi kita tetap khawatir kalau tiba-tiba jalannya longsor. Apalagi posisi jalan ada di bibir tebing yang langsung berbatasan dengan sungai," ungkap Agus salah seorang pengendara roda dua kepada beraunews.com, Kamis (8/12/2016).

Hal senada juga diungkapkam Rika warga sekitar. Menurutnya, bukan hanya jalan yang nyaris longsor, di sepanjang jalan menuju Kampung Gurimbang terdapat sejumlah titik yang rawan terjadi tebing longsor yang dapat menutupi badan jalan.

BACA JUGA : Waspada, Potensi Longsor Terlihat di Jalan Berau-Kutim

Dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini, diakui Rika sudah ada tebing yang longsor hingga nyaris menutupi badan jalan, bahkan nyari merubuhkan salah satu tiang listrik.

"Kita harap ini segera diatasi. Kalau tidak, ini akan terus turun, dan kalau sampai jalan terputus akibat jalan longsor atau badan jalan tertutup tebing longsor, tentunya akan sangat menggangu aktivitas warga di tiga kampung sekaligus, yakni Gurimbang, Tanjung Perangat dan Sukan," tandasnya.(M.S. Zuhrie)