BLH Kesulitan Cari Lahan Konservasi Penyu di Pulau Derawan

TANJUNG REDEB – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Berau akui jika mengalami kesulitan mencari lahan permanen untuk konservasi penyu di Pulau Derawan. Pasalnya, Pemkab Berau memang sudah tak miliki lahan di pulau wisata tersebut.

Diketahui sebelumnya, lokasi konservasi penyu di Pulau Derawan sementara ini dipusatkan di halaman rumah Ading Kurniadi yang juga petugas konservasi penyu BLH Berau. Tempat tersebut dinilai Ading, kurang layak dan tak luas untuk menampung jumlah telur penyu yang terus bertambah. Bagaimana tidak, tempat penangkaran yang ada sebenarnya warung gorengan.

Menanggapi itu, Kepala BLH Berau, Zulkifli melalui Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup (Kabid KSDA dan PKLH), Masrani mengatakan, untuk saat ini pihaknya belum mendapatkan lahan baru lantaran pemkab sudah tidak memiliki lahan di Pulau Derawan. Dahulunya tempat konservasi penyu di Pulau Derawan berlokasi di dekat pantai tepatnya di samping bekas rumah mantan presiden Soeharto. Namun tempat tersebut sudah tidak bisa lagi digunakan, lantaran pantainya rusak akibat abrasi.

“Pemkab sekarang tidak memiliki lahan disana, sehingga kita mencari sendiri lokasi konservasi baru dan kami pun sudah ada mendapatkan tawaran dari seorang pengusaha penginapan di Pulau Derawan yang siap menyediakan lahannya untuk kami jadikan sebagai tempat konservasi penyu,” ujarnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Senin (13/6/2016).

Mengenai luas lahan konservasi, dikatakan Masrani, jika lahan yang diperlukan tak perlu terlalu luas.

“Untuk hatchery (lahan konservasi-red) itu sudah cukup hanya 3 kali 3 saja. Tetapi akan kami coba komunikasikan kembali ke petugas disana (Ading Kurniadi-red),” katanya.

Terkait belum tersedianya biaya oprasional, Masrani mengatakan jika anggaran yang tersedia tahun angaran 2016 ini hanya cukup untuk membayar gaji petugas saja.

“Kami sudah menerima laporan dari petugas disana terkait soal itu, namun saat ini kami belum bisa memberikan dana lebih untuk membeli keperluan seperti seragam kerja, ember, senter, papan dan perlengkapan lainya. Tapi tahun 2017 nanti, akan terealisasi semua,” pungkasnya.(ea)