Besok Persentasi Kajian Fenomena Sungai Segah Kembali Digelar, BLH : Kalau Tak Logis Kita Juga Akan Tolak

 

TANJUNG REDEB – Tahun anggaran 2016 tinggal menghitung hari, namun hasil penelitian yang lebih komprehensif terkait kapasitas daya tampung dan daya dukung Sungai Segah dengan pagu anggaran Rp650 juta belum kembali dipaparkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Berau, Zulkifli mengungkapkan, PT Parama Mulabhakti selaku konsultan telah menyiapkan dan mengirimkan draf hasil kajian baru yang telah direvisi berdasarkan hasil masukan pada persentasi yang digelar sebelumnya dan dihadiri berbagai pihak terkait termasuk lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di lingkungan.

Bahkan, perbaikan yang dilakukan pihak konsultan itu, juga akan dipersentasikan kembali, Kamis (8/12/2016) besok pagi di Kantor BLH Berau. Zulkifli menegaskan, jika pihak konsultan tidak bisa menyelesaikan, dipastikan BLH akan langsung memutuskan kontrak kerja yang telah dibuat dan hal tersebut sesuai hasil evaluasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Kaltim.

“Kita berharap sebelum masa anggaran berakhir paling tidak rampung. Jika tidak, maka dia habis kontrak, artinya uang tetap kembali ke daerah,” ungkapnya saat ditemui beraunews.com di ruang kerjanya, Rabu (7/12/2016).

BACA JUGA : Lewati Batas Pelaksanaan, Penelitian Sungai Segah Belum Memuaskan

Seandainya terjadi pemutusan kontrak, tambah Zulkifli, pihaknya akan kembali mencoba mengajukan paket lelang jasa konsultasi tersebut. Diharapkan, peserta lelang yang menjadi pemenang pun betul-betul yang memiliki kompetensi dan kredibilitas serta pengalaman yang sesuai dengan kajian ini.

“Jangan kita terpengaruh dengan label-labelnya, sekian orang jajaran profesor, ahli ini dan macam-macam. Ternyata kan faktanya harus kita (mengenal) lebih dalam makanya unit pelelangan (secara) elektonik (ULP) itu, harus benar-benar nyeleksi lebih dalam lah,” tambahnya.

Hal itu, jelas Zulkifli, tentu menjadi sebuah pengalaman bagi pihaknya sendiri maupun ULP Berau. Terlebih, dirinya tidak mau kajian itu dibuat hanya asal-asalan, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan hasil kajiannya.

“Disamping keuangan daerah kita sangat cukup minim, kalau ini juga kerjanya asal-asalan, kan saya juga tidak akan mau menyampaikan itu. Lebih baik kita batalkan daripada kita harus menerima yang tidak jelas,” jelasnya.

Selain itu, kata Zulkifli, masalah fenomena Sungai Segah sangat berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Kalau memang perusahaan yang mengkaji ini ada kesanggupan, kita lanjut. Tapi, kita lihat lagi, dia harus persentasi antara kembali dan persentasi di depan pemerintah daerah. Ini kita harapkan, ada 2 kali persentasi dan harus diterima publik,” katanya.

Terakhir, kembali ditegaskan Zulkifli, pihaknya akan betul-betul mempertanggungjawabkan hasil kajian itu seandainya memang telah sesuai dengan yang diharapkan pemerintah daerah. Pasalnya, hasil kajian itu telah lama ditunggu masyarakat Berau.

Ketika hasil kajian itu pun telah muncul, menurut Zulkifli, tentu juga harus dapat diterima dengan logis oleh masyarakat Berau, sehingga jika hasil kajiannya dianggap tidak sesuai dan asal-asalan, tentu pihaknya akan menolak hasil kajian tersebut.

“Kalau asal-asalan, justru saya juga menolak. Lebih baik kita batalkan daripada kita menerima hasil yang tidak menjadi harapan kita sebenarnya,” pungkasnya.(Andi Sawega)