Wabup : Bekantan di Pulau Besing Lebih Banyak Dibanding Tarakan

 

GUNUNG TABUR – Jika sebelumnya warga dihebohkan dengan penemuan objek wisata alam air terjun Tambalang yang ada di Kampung Tepian Buah, kali ini para pecinta wisata kembali disuguhan objek wisata baru yang cukup menarik. Bahkan jika objek wisata ini dikelola maksimal, tentunya akan menjadi altenatif warga untuk mengisi liburan akhir pekannya.

Objek wisata baru yang dimaksud, yakni warga dapat menyaksikan habitat asli Pulau Kalimantan, yakni si monyet Belanda atau bekantan. Monyet Belanda sendiri selama ini telah menjadi icon objek wisata di hutan mangrove di Kota Tarakan. Namun siapa sangka, monyet dengan hidung mancung itu juga rupaya berada di kabupaten Berau, tepatnya sebagai penghuni Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur.

Hamdani, warga sekitar menuturkan, bekantan telah berada di Pulau Besing sejak lama, bahkan kawanan monyet itu tak jarang menyerbu perkebunan warga untuk mencari buah-buahan. Warga sekitar yang mayoritas petani tak pernah mengetahui jika keberadaan bekantan dapat menjadi objek wisata alternatif bagi masyarakat.

“Kita warga sini tidak kaget sama monyet-monyet ini. Tapi kami baru tahu rupanya bekantan ini sangat disukai wisatawan, apalagi wisatawan mancanegara. Selama ini, monyet ini kerap diusir warga karena suka masuk perkebunan untuk mencuri buah,” ujarnya kepada beraunews.com, Jumat (18/11/2016).

Keberadaan bekantan ini juga baru diketahui Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo. Bahkan, Wabup menyempatkan diri mengunjungi Pulau Besing bersama pecinta fotografi binatang untuk menyaksikan secara dekat monyet-monyet tersebut.

“Saya baru tahu, saya pikir ini cuma ada di Tarakan saja, rupanya ada di Berau juga. Malah jumlahnya banyak sekali. Ini menaik sekali, kita akan coba pikirkan untuk mengembangkan ini sebagai salah satu alternatif wisata di Berau nantinya,” ujarnya singkat.(M.S. Zuhrie)