Atasi Krisis Listrik, AMBPL Bakal Lakukan Aksi Besar-Besaran

 

TANJUNG REDEB – Kepedulian masyarakat terhadap krisis listrik yang terjadi di Berau beberapa waktu belakangan terus disuarakan. Kali ini, melalui Aliansi Masyarakat Berau Peduli Listrik (AMBPL), yang akan melakukan aksi terkait pelayanan PLN kepada konsumen yang dinilai tidak memuaskan.

AMBPL merupakan gabungan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi kepemudaan, maupun masyarakat. Bertempat di Kantor Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin), AMBPL menggelar rapat persiapan aksi penyampaian aspirasi mereka kepada pihak PLN, Rabu (16/11/2016) kemarin.

Dikatakan Fery Hayadi, selaku Koordinator AMBPL, motivasi rencana aksi tersebut dikarenakan pelayanan PLN yang akhir-akhir ini sudah merugikan masyarakat banyak.

“Ibu rumah tangga, pelajar dan pengusaha serta masih banyak lagi yang sangat dirugikan dengan pemadaman bergilir yang dilakukan PLN beberapa minggu belakangan ini. Maka kami berkumpul disini, hanya ingin menyuarakan apa yang menjadi penderitaan kami. Terlebih jadwal pemadaman bergilir yang ternyata di perpanjang lagi oleh PLN. Kita seperti anak yang kelaparan dilumbung padi,” ungkapnya kepada beraunews.com.

BACA JUGA : Pemadaman Bergilir Tak Kunjung Usai, Ketua DPRD : PLN Jangan Janji-Janji Melulu

Sementara itu, Mahamuddin, salah satu perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Raja Alam, yang turut hadir dalam rapat perencanaan aksi tersebut mengungkapkan, selama ini pihaknya tidak hanya sekali atau dua kali saja melakukan aksi ke PLN terkait krisis listrik, namun hingga saat ini hal tersebut masih terus terjadi.

Sehingga ia berharap dalam pelaksanaan aksi tersebut, PLN dapat memberikan solusi atau langkah konkrit agar pemadaman bergilir tidak terus menghantui masyarakat Berau.

“Yang mesti kita suarakan adalah bagaimana agar PLN menemukan solusi yang tepat agar listrik dapat dinikmati secara normal. Kita adalah konsumen, sudah selayaknya PLN melayani konsumen dengan baik dan memuaskan,” ucapnya.

Aksi yang semestinya dilakukan pada Kamis (17/11/2016) hari ini, diputuskan untuk ditunda guna mematangkan rencana penyampaian aspirasi tersebut dengan aman, damai, dan tentram serta diterima dengan baik oleh pihak yang bersangkutan. Hanya saja, HMI tetap bersikukuh melakukan aksi tersebut hari ini.

BACA JUGA : Diprediksi Bakal Krisis Listrik Berkepanjangan, Wabup : PLN Jangan Hanya Bergantung Ke PLTU Lati

Selain itu, keputusan penting dalam rapat tersebut, yakni meminta Polres Berau untuk memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait ketenagalistrikan di Kabupaten Berau, sebelum melakukan aksi demo besar-besaran, yang mereka namakan Gong 2000. 

 

Atas dasar keputusan tersebut, para inisiator AMBPL, Rabu (16/11/2016) malam sekitar pukul 20.00 Wita bertemu dengan Kapolres Berau, AKBP Handoko di Hotel Bumi Segah. Hasilnya, Kapolres memberikan 2 poin kesepakat, yaitu :

  1. Polres Berau akan mengundang seluruh stakeholder mulai dari Bupati, Wabup, Ketua DPRD dan anggota, Dandim, Manager PT PLN Area Berau, PT PLN Rayon Tanjung Redeb, PLTU Teluk Bayur, PT Indo Pusaka Berau (IPB) dan lain sebagainya. Dimana para pihak tersebut tak boleh diwakilkan kehadirannya, bahkan undangan itu, diantar sendiri oelh Kapolres Berau.
  2. Apabila ada salah satu pihak yang tidak hadir atau diwakilkan, pertemuan akan dibatalkan dan AMBPL akan turun ke jalan melakukan aksi Gong 2000 pada 23 November 2016 mendatang.

“Itulah keputusan Kapolres yang saat ini wajib kita hormati bersama, namun kami juga tak bisa melarang rekan-rekan HMI jika memang tetap melakukan aksinya besok (hari ini-red). Namun jika terjadi juga demo itu, maka ini merupakan permasalahan masyarakat, kami persilahkan siapa pun pihak yang peduli dengan pelayanan listrik secara baik dan terus menerus tanpa byar pet untuk ikut dalam aksi ini,” tutup Fery Hayadi.(Marta)