Karhutla Tahun Ini Diprediksi Menurun

 

TANJUNG REDEB – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Berau tahun ini, diprediksi menurun dibanding tahun 2015 lalu. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, Mahdi Hasan.

Disampaikannya, berdasarkan data yang pihaknya peroleh, setidaknya ada 6 peristiwa karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Berau. Angka itu disebutnya, jauh lebih kurang dibanding angka karhutla tahun sebelumnya yang mencapai 22 kejadian.

“Alhamdulillah, tingkat karhutla tahun ini tidak setinggi tahun lalu,” ujarnya saat dikonfirmasi beraunews.com melalui sambungan seluler, Rabu (9/11/2016).

BACA JUGA : Karhutla “Dikeroyok” Warga dan Aparat

Menurutnya, berhasilnya penekanan tingkat karhutla di Kabupaten Berau, salah satunya karena berdasarkan dari amatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau, tahun ini merupakan musim kemarau basah. Artinya, meskipun kemarau, namun intensitas hujan masih cukup tinggi. Hal itu berbeda dari tahun sebelumnya dimana curah hujan sangat sedikit.

Disamping itu, faktor lainnya adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11/2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. Inpres tersebut ditindaklanjuti oleh pihak TNI dan Polri dalam pengawasan ketat di lapangan hingga di setiap kecamatan.

Hal itu juga didukung oleh pihak pemerintah kecamatan di setiap wilayah. Dimana dalam melakukan antisipasi karhutla, pemerintah kecamatan setempat membentuk tim-tim kecil yang berkerja sama dengan masyarakat. Termasuk juga melibatkan anggota Koramil dan Polsek, hingga pihak perusahaan.

“Contohnya di Kecamatan Tabalar, disana pihak perusahaan setempat mengerahkan mobil pemadam dan juga mereka melibatkan TNI, dan Polri. Mereka juga sempat mengamankan 7 orang terduga pelaku pembakaran lahan. Sementara di Segah, posko relawannya dikoordinir langsung oleh camat,” jelasnya.

BACA JUGA : Kaltim Tidak Termasuk Darurat Karhutla, Berau Masuk Dikhawatirkan

Untuk menjaga karhutla tidak lagi terjadi, pihaknya terus meminta peran serta masyarakat untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan di lapangan agar Karhutla dapat dicegah.

“Kita berharap masyarakat terus memberikan dukungan dan peran serta dalam mencegah terjadinya karhutla,” pungkasnya.(Hendra Irawan)