Waspada, Potensi Longsor Terlihat di Jalan Berau-Kutim

 

KELAY – Para pengendara harus tetap waspada saat melintas Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Kecamatan Kelay dengan Kabupaten Kutai Timur. Mengingat beberapa titik di ruas jalan nasional itu rawan longsor.

Dari pantauan beraunews.com di lapangan, beberapa titik rawan longsor terlihat di kilometer 18, 20, 30 dan 40. Beberapa bekas longsoran tanah pun terlihat di titik-titik tersebut. Dengan kondisi tanah yang berbukit, di kedua sisinya jurang dan tebing membuat potensi ini harus selalu diwaspadai para pengendara yang melintas.

Seperti disampaikan Suhartanto, supir travel Berau-Samarinda, potensi longsor ini harus diwaspadai para pengendara. Dirinya sering melihat terjadi longsoran ini, bahkan beberapa kali sempat terjebak macet karena jalan tersebut tidak bisa dilalui akibat longsoran dari tebing di sisi jalan.

“Jalanannya kan hanya cukup untuk dua kendaraan saja, jadi kalau longsor sampai ke jalan harus menunggu dulu dibersihkan. Kadang pun kita jalan bergantian dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan,” ceritanya saat ditemui di sebuah warung kopi.

Potensi longsor ini pun semakin besar saat musim hujan seperti ini. Disampaikan, Yudi pengendara lainnya, beberapa kali terjadi longsor di sepanjang jalan itu saat hujan deras mengguyur. Kondisi jalanan yang licin serta tanah longsor yang masih mengintai menjadi hal yang harus diwaspadai pengendara.

“Saya sering berhenti kalau datang hujan, karena takut ketika di tengah jalan ada longsor. Selain itu, masih banyak juga kan pohon-pohon besar di pinggir jalanan, ini juga membuat kita takut,” katanya.

Selain potensi longsor, beberapa titik di ruas jalan tersebut juga masih ada yang mengalami kerusakan parah. Beberapa pengendara juga sering menjadi korban akibat jalanan yang berlubang. Seperti yang terlihat Sabtu (29/10/2016) kemarin sekitar pukul 12.00 Wita, kendaraan bermuatan sawit mengalami kecelakaan tunggal tepat di jalan yang rusak.

“Saya sudah hati-hati tadi, cuma lubang jalan sudah terlalu dalam, begitu ban depan kendaraan saya masuk, oleng langsung terguling, untung tidak ada luka hanya muatan saya yang berserakan,” tutup Ismail pengendara truk sawit.(M.S. Zuhrie)