Pokdarwis Biduk-Biduk Tolak Investasi Ekstraksi Alam

 

BIDUK-BIDUK – Dalam forum konsultasi publik investasi pabrik semen yang diprakarsai PT Semen Kalimantan Timur (SKT), PT Alam Bhana Lestari Recources (ABLR), dan PT Gawi Manuntung Resources (GMR), di pendopo Kantor Kecamatan Biduk-Biduk, Rabu (26/10/2016) kemarin, aksi penolakan terhadap investasi senilai kurang lebih Rp5 triliun yang akan masuk di Kampung Teluk Sumbang, salah satunya diutarakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Biduk-Biduk.

Lukman, selaku Ketua Pokdarwis, memaparkan sejumlah alasan pihaknya tidak ingin segala jenis industri dan investasi yang berkaitan dengan ekstraksi alam dilakukan di daerah yang kaya akan potensi pariwisata tersebut.

Selain konsultasi publik yang dinilai terlalu mendadak, sebab sosialisasi terhadap masyarakat belum pernah dilakukan, ia juga mempertanyakan bentuk pemberdayaan dan pendapatan masyarakat seperti apa yang dimaksudkan pihak investor terhadap masyarakat setempat.

Terbukanya kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, menurutnya adalah alasan yang selalu dikemukakan setiap investor yang akan memasuki suatu wilayah, tapi sebenarnya bagaimana ukuran kesejahteraan yang dimaksudkan tersebut?

"Untuk merekrut karyawan yang akan menduduki posisi bergengsi di perusahaan, tentu pihak perusahaan mengutamakan yang berpendidikan, sementara kita tidak bisa memungkiri saat ini SDM kita masih terbatas untuk sampai pada level tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA : Perusahaan Janji Penambangan Batu Gamping Di Biduk-Biduk Tak Ganggu Kawasan Lindung

Ia juga menilai dengan adanya industri pabrik semen yang masuk akan mengganggu kualitas pariwisata yang selama ini berhasil menarik lebih dari 20.000 wisatawan per tahun karena keindahan yang dimiliki Biduk-Biduk. Sehingga kemungkinan akan mengurangi kunjungan wisata dan merubah beberapa potensi objek wisata akan berpengaruh terhadap pendapatan langsung masyarakat, diperlu dipertimbangkan matang-matang.

“Tambang dan wisata jika didampingkan kami pikir kurang layak. Orang-orang yang datang ke Biduk-Biduk untuk berlibur tentunya ingin suasana yang nyaman dan jauh dari kebisingan seperti di kota, tapi jika nanti daerah wisata itu justru dimasuki oleh tambang jelas mengurangi nilai wisatanya,” ujarnya.(Marta)