Jika Diterima, Perusahaan Komitmen Penuh Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Biduk-Biduk

 

BIDUK-BIDUK – Terkait adanya pro kontra tentang izin industri semen di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk serta Kampung Tanjung Mangkalihat yang berada di Kecamatan Sandaran Kabupaten Kutai Timur, ditanggapi hangat oleh Komisaris PT Semen Kalimantan Timur (SKT), Nukmanto Kosadi. Ia mengatakan, justru penolakan tersebut yang pihaknya harapkan sebelum melangkah lebih jauh.

“Secara positif saya sangat berterima kasih. Justru saya meminta masukan seperti itu sebelum melangkah ke depan. Itu nanti ada kajian-kajian khusus, dan pesan-pesan mereka juga akan kita tampung. Kita juga mengikuti tahapan-tahapan sesuai dengan aturan,” ungkapnya usai kegiatan kepada beraunews.com, Rabu (26/10/2016).

Ia juga menyampaikan, jika dalam mendirikan industri semen di Teluk Sumbang tersebut pihaknya tidak ingin gegabah. Pasalnya, pihaknya ingin dengan didirikannya industri semen, nantinya dapat benar-benar bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya di Kampung Teluk Sumbang saja, melainkan sejumlah kampung yang ada di Kecamatan Biduk-Biduk lainnya.

“Yang jelas saya ada komitmen untuk membangun Berau,” ujar pensiunan tentara dengan pangkat bintang dua ini.

BACA JUGA : Kepala Kampung : Jika Perusahaan Serius dan Komitmen, Kami Juga Serius Mendukung

Untuk diketahui, PT SKT, dan PT Gawi Manuntung Resources (GMR), serta PT Alam Bhana Lestari Resources (ABLR) merupakan satu kesatuan dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun. Namun jumlah tersebut, dikatakan Nukmanto masih kecil, jika melihat kondisi dan keinginan masyarakat di Biduk-Biduk.

“Paling kecil. Apalagi ada tambahan minta ini, minta itu, jelas pasti berkembang termasuk dengan teknologi. Jadi konsultasi publik ini masih tahap awal,” bebernya.

Disamping itu, ia juga menanggapi soal ungkapan jika surplus semen di Indonesia. Akan tetapi menurut dia, hal tersebut sepertinya tidak berlaku untuk Kaltim. Pada kenyataannya lanjut dia, semen di Kaltim masih jadi rebutan.

“Jadi memang saat ini semen itu jadi rebutan. Terutama pesanan untuk pembangunan jalan tol, dan sebagainya,” katanya.

Untuk itu ia berharap, jika nantinya industri semen tersebut benar-benar diterima oleh masyarakat, dan perusahaan dapat beroperasi dengan baik. Pihaknya akan berkomitmen penuh terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada di wilayah di Biduk-Biduk. Terutama untuk program CSR, yang akan menjadi salah satu strategi untuk membantu masyarakat.

“Kita tidak berambisi pada keuntungan yang banyak. Disini, yang kita prioritaskan adalah masyarakat. Bahkan tidak perlu untuk bekerja disitu, CSR akan kita maksimalkan karena multi efeknya tadi. Sektor pariwisata juga akan kita tingkatkan, karena kita menilai masih banyak fasilitas yang harus dibenahi,” pungkasnya.(Hendra Irawan)