Truk Sawit Ambles, Jalan Menuju Segah Terhambat Lagi

 

 

SEGAH – Kondisi jalan poros SP 2-SP 6 menuju Kecamatan Segah kembali tak dapat dilintasi oleh masyarakat. Pasalnya, proyek penggantian jembatan yang sempat ditimbun setelah tergenang air tersebut kembali rusak, akibat dilalui truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, Selasa (25/10/2016).

Menurut salah satu pengguna jalan, Misbah Abdulkarim, kondisi jembatan yang ditimbun sementara sebelumnya bisa dilalui oleh kendaraan roda empat dan roda dua. Namun, setelah truk pengangkut sawit melintas, truk ambles dan hingga saat ini belum bisa dievakuasi dari posisi amblesnya truk.

“Sebelumnya kendaraan biasa bisa melintas, tapi setelah truk pengangkut sawit dengan berat sekitar 7 ton lebih melintas, truk ambles dan membuat arus lalu lintas terhambat,” ungkapnya kepada beraunews.com.

Dikatakannya, untuk mengevakuasi truk, sebelumnya sudah dilakukan upaya dengan menarik menggunakan truk lain. Namun upaya tersebut sia-sia karena truk pun tak bisa menarik truk yang terjebak.

“Saat ini masih menunggu excavator, sedangkan informasinya excavator yang ditunggu ini dinamo staternya lagi rusak,” tambahnya.

 

Menurut informasi, hingga pukul 19.00 Wita tadi kendaraan roda empat masih antre menunggu truk bisa dievakuasi. Sementara kendaraan roda dua sudah bisa melintas di sela-sela truk.

Terpisah, Camat Segah, Syafri mengatakan, Senin (25/10/2016) jalan menuju Segah sudah bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua dan roda empat setelah ditimbun atau ditinggikan.

“Kemarin sudah bisa dilewati setelah ditinggikan dengan ditimbun tanah,” bebernya.

BACA JUGA : Kondisi Jalan Poros Segah Mulai Membaik

Ditempat lain, Kapolsek Segah, Iptu Budi Witikno mengatakan, jika truk pengangkut sawit tersebut bukan milik perusahaan, melainkan milik masyarakat. Sebelumnya juga sudah diimbau agar tidak melintas, namun imbauan tidak diindahkan dan mengakibatkan truk ambles di jalan tersebut.

“Sudah diimbau jangan lewat dulu, tapi nekat. Kalau sawit perusahaan tidak ada yang melintas disitu, tapi itu punya masyarakat,” kata dia.

 

Saat ini personel masih melakukan pemantauan dilokasi menunggu truk dievakuasi menggunakan alat berat.

“Kita pantau truk itu, kalau memang tidak bisa dievakuasi malam ini, diharap ada yang menunggu truk, kalau ditinggal khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(Dedy Warseto)