Pelajar dan Mahasiswa Berau Serukan Penolakan Pabrik Semen dan Sawit di Biduk-Biduk

SAMARINDA – Rencana pendirian perusahaan pabrik semen dan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Biduk-Biduk, terus mendapat aksi penolakan. Kali ini penolakan disuarakan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Berau (KPMKB) Cabang Samarinda.

Penolakan itu dilakukan, lantaran sebagian besar mahasiswa menilai, adanya pabrik semen dan perkebunan kelapa sawit diyakini hanya akan berdampak pada kerusakan alam, disamping tak menjamin kesejahteraan masyarakat sekitar.

Ketua KPMKB Cabang Samarinda, Pujianto mengatakan, pihaknya bersama masyarakat Kabupaten Berau menolak keras adanya izin pabrik semen dan kelapa sawit di wilayah tersebut.

Kendati demikian, saat ini Pemprov Kaltim seakan tak menggubris aspirasi masyarakat. Malah terus membuka ruang dan memberi kesempatan kepada investor untuk melakukan eksploitasi, tanpa melihat dampak bagi masyarakat langsung.

BACA JUGA : Sawit dan Semen di Biduk-Biduk, Jatam dan Anggota DPRD Kaltim Serukan Perlawanan

"Pihak Pemprov tutup mata, dan sembunyi tangan atas izin-izin ini. Kita semua tahu, tambang dan kekayaam alam tidak bisa menjamin kesejahteraan masyarakat Kaltim secara umum. Malah dampaknya dirasakan masyarakat kecil," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (21/10/2016).

Untuk itu, pihaknya meminta Pemprov Kaltim untuk menghentikan aktivitas perizinan pabrik semen dan perkebunan kelapa sawit di wilayah Biduk-Biduk itu. Apalagi, sudah banyak contoh yang ditimbulkan akibat pabrik semen dan perkebunan kelapa sawit. Di Segah misalnya, banyak aliran sungai sudah kering, flora dan fauna indemik tak terawat, dan mati.

"Sementara pemprov memberikan izin atas nama kesejahteraan. Bahkan di daerah Kutim, air asam limbah yang di buang mampu merontokkan gigi dalam tiga hari. Bisa dilihat fakta di lapangan, bagaimana kondisi ekosistem alam setelah adanya industri pertambangan dan perkebunan kelapa sawit," bebernya.

BACA JUGA : Terbitkan Izin Lokasi Perkebunan Sawit Di Biduk-Biduk, DPRD Kaltim Sebut Kebijakan Ceroboh

Terkait penolakan tersebut, pada tanggal 24 Oktober 2016, pukul 14.00 Wita, pihaknya akan melakukan rapat konsolidasi dan mengajak seluruh mahasiswa se-Kaltim dan se-Kaltara untuk menyatukan aspirasi menolak perusahaan masuk dan merusak alam Kalimantan, khususnya Kecamatan Biduk-Biduk,.

BACA JUGA : Rusianto : Aneh, Izin Sawit dan Semen Cepat Keluar, Izin Galian C Tak Direspon Pemprov

"Jangan sampai daerah Kalimantan yang mana sebagai oksigen, dan paru-paru dunia makin rusak dan hilang unsur wisatanya karena sifat keserakahan. Ini harus kita lawan dan tolak melalui aksi pada tanggal 26 Oktober 2016 mendatang," pungkasnya.(Hendra Irawan)