Jalan Utama dan Alternatif Putus, Segah Terisolir

 

SEGAH – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Berau sepekan terakhir, mengakibatkan sejumlah ruas jalan nasional dan kabupaten longsor hingga nyaris putus. Seperti yang terjadi di Kecamatan Segah, belum usai banjir luapan sungai di SP 2-SP 6 menuju Kampung Tepian Buah hingga mengakibatkan jembatan sementara putus, kali ini jalan alternatif satu-satunya di Sambarata, Kecamatan Gunung Tabur yang menghubungkan Kecamatan Segah dengan Kecamatan Teluk Bayur, ikut longsor hingga nyaris putus.

Dari keterangan sejumlah warga yang akan melintas di lokasi tersebut, longsornya jalan alternatif itu terjadi sekitar pukul 05.00 Wita, Kamis (20/10/2016) usai di guyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Jalan utama kan putus juga karena jembatanya terendam banjir akibat sungai meluap. Nah sekarang jalan alternatif satu-satunya lewat jalan perusahaan malah ikut longsor juga. Lumayan dalam longsornya 5 meteran. Kendaraan motor aja yang bisa lewat,” ungkap Hardi, salah seorang warga.

BACA JUGA : Jalan Poros Segah Kembali Terendam Banjir, Jalur Alternatif Lewat Sambarata

Bukan hanya Hardi, salah seorang sopir taksi antar kampung, Suradi mengaku sudah berada di lokasi jalan longsor sejak pukul 08.00 Wita, namun hingga saat ini belum ada upaya pebaikan.

“Saya sudah dari pagi di sini, belum bisa lewat, saya bawa penumpang lagi,” ujarnya.

 

Akibat longsornya jalan alternatif tersebut, antrian kendaraan di lokasi kejadian tak bisa dihindarkan, rata-rata kendaraan yang akan melintas merupakan kendaraan milik perusahaan perkebunan kelapa sawit dan kendaraan umum.

Sementara itu, terkait longsornya jalan utama dan jalan alternatif ini mengakibatkan masyarakat di Kecamatan Segah harus terisolir. Warga pun berharap agar penanganan longsor dapat segera diatasi. Sebab jika tidak, akan berdampak terhadap ekonomi warga.

“Warga ini kan ada petani, ada juga pegawai. Kalau jalan putus begini, ekonomi warga bakal berhenti juga. Kita tidak menyalahkan siapa-siapa karena ini faktor alam, tapi kita harap segera diperbaiki biar roda ekonomi tetap kondusif,” tutup Suradi.(M.S. Zuhrie)