Konservasi Penyu Di Pulau Derawan Butuh Lahan Baru

PULAU DERAWAN – Jumlah penyu bertelur di Pulau Derawan di awal tahun 2016, mulai mengalami peningkatan. Dimana pada Januari terdapat 3 sarang, Februari sebanyak 4 sarang dan Maret sebanyak 9 sarang.

Saat ini jumlah penyu yang bertelur di Pulau Derawan terus bertambah. Itu data sejak bulan Januari 2016. Intinya sepanjang tahun ini ada peningkatan yang signifikan,” ujar Badan Lingkungan Hidup (BLH) Berau melalui petugas konservasi penyu di Pulau Derawan, Ading Kurniadi saat berbincang dengan beraunews.com di Pulau Sangalaki.

Namun disayangkan Ading, hingga kini di Pulau Derawan belum ada tempat penangkaran penyu yang layak untuk menampung jumlah telur penyu yang terus bertambah. Bagaimana tidak, tempat penangkaran yang ada sebenarnya warung gorengan.

“Untuk sekarang ini, tempat penangkaran ada di belakang rumah saya, kebetulan saya sekeluarga peduli dengan kelangsungan hidup penyu. Tempat itu sebenarnya tempat istri saya jualan gorengan, tapi apa boleh buat tak ada tempat lagi. Meski ukuranya tak begitu luas sekitar 3 kali 4 meter, namun masih tetap saya gunakan untuk menampung tukik yang baru menetas dan disampingnya ada tempat menanam telur penyu yang dipalangi dengan papan kayu,” jelasnya.

Idealnya luas penangkaran yang dibutuhkan, disebutkannya sekitar 8 meter dikali 6 meter. Dulu, pernah ada perusahaan yang menawarkan lahanya untuk dijadikan pusat konservasi, namun hal itu hingga kini tak terlaksana lantaran konsep konservasi yang diterapkan BLH bertentangan dengan perusahaan tersebut.

“Lahan merupakan kendala utama disini. Saya sudah berkali-kali mengusulkan lahan baru ke BLH, tapi mereka sudah tidak memiliki lahan disini (Pulau Derawan-red). Selain itu, sampai saat ini saya belum pernah mendapatkan bantuan apa pun. Untuk membeli keperluan seperti papan dan sebagainya, saya gunakan uang pribadi. Saya berharap bantuan dari pemerintah, utamanya adalah ada lahan untuk lokasi konservasi penyu di sini,” tutupnya.(ea)