Jaga Ekosistem Laut Kecamatan Derawan Tanam 10 Ribu Mangrove

 

PULAU DERAWAN – Penanaman 10 ribu bibit mangrove di Kampung Tanjung Batu telah dimulai, Jum’at (14/10/2016). Pemerintah Kecamatan bersama masyarakat pun diminta agar menjaga bibit yang telah ditanam tersebut, sehingga 10 tahun yang akan datang hutan mangrove disana dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata.

Gerakan menanam 10 ribu mangrove itu ditandai dengan penanaman secara simbolis oleh Bupati Berau, Muharram bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Berau di Pantai Bulalung Lestari. Tahap awal penanaman dilakukan di lahan seluas 100 hektar, dengan menanam bibit mangrove jenis bakau.

“Di daerah kita ini kan ada 14 jenis mangrove, kalau disini lebih cocok untuk bakau. Jadi tahap awal itu yang kita kembangkan dulu,” jelas Ketua Panitia, Taswin dalam sambutan singkatnya.

Banyak keuntungan yang bisa didapatkan jika mangrove seluas 1.200 hektar yang berada di sepanjang pesisir Tanjung Batu ini dijaga. Pengaruh bagi lingkungan hidup, dimana biota laut yang hidup disana dapat terjaga. Kemudian wilayah pesisir juga terlindung dari pengaruh abrasi.

“Tapi yang jelas tujuan akhir dari penanaman ini, yaitu membangun objek wisata yang menarik wisatawan, seperti yang telah diterapkan di beberapa daerah lain,” ujar Camat Pulau Derawan, Kudarat.

Bupati Muharram juga mengingatkan, agar seluruh masyarakat dapat mengawal penanaman mangrove ini hingga tumbuh berkembang. Menurutnya, dari 10 ribu bibit yang ditanam ini tidak akan seluruhnya dapat berkembang.

“Kalau saja 5 ribu bisa tumbuh, maka nilainya sangat luar biasa. Saya sangat mendorong agar penanaman ini dapat dilanjutkan seluruhnya 10 ribu, jangan nanti ujung-ujungnya yang ditanaman tidak mencapai angka itu,” tegasnya.

Ia mengingatkan kepada seluruh masyarakat yang ada di Tanjung Batu, agar kelestarian mangrove dapat dijaga terus menerus. Dengan begitu, Tanjung Batu tidak hanya menjadi daerah persingahan para wisatawan yang akan menuju Derawan dan Maratua saja, tapi masyarakat sekitar dapat menikmati hasil dari kunjungan wisatawan.

“Harus kita mulai sekarang, kalau kita tidak bisa menciptakan objek wisata disini saya yakin Tanjung Batu hanya sebagai transit wisatawan yang datang kemudian pergi lagi. Sekedar gambaran saja bagaimana perkembangan Maratua ke depan, saat ini sudah ada bandara disana, investor dari luar juga telah menanamkan modal senilai Rp600 miliar membangun hotel bintang lima disana. Kalau tidak berbenah dari sekarang, tentu kita tidak bisa menjadi bagian dari destinasi wisata ini,” pungkasnya.(M.S. Zuhrie)