PT Berau Coal Pastikan Sapi Eks Tambang Aman Dikonsumsi

 

SAMBALIUNG – Meski peternakan sapi yang dikembangkan PT Berau Coal (BC) di lahan pasca tambang Binungan terbilang sukses, bukan berarti sapi-sapi disana tak berpotensi tercemar logam berat. Disampaikan Koordinator Farming Project, Adji Pitojo, jika tanah bekas tambang pada umumnya mengandung logam berat, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Meski begitu, PT BC saat ini dalam tahapan perencanaan, serta uji coba dengan melakukan kajian terhadap kandungan mineral mikro pada hijauan pakan ternak, dan daging sapi pada tahun 2013 lalu. Dari hasil pemeriksaan di peternakan Binungan tersebut lanjut Adji, diperoleh jika kandungan logam berat pada hijauan pakan ternak, dan daging sapi berada di bawah ambang batas aman dan layak dikonsumsi.

“Untuk membuktikan sapi-sapi tersebut aman untuk dikonsumsi, PT BC bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Berau, serta menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan dari Universitas Airlangga,” ungkapnya kepada beraunews.com, Rabu (12/10/2016).

BACA JUGA : PT Berau Coal Punya 195 Ekor Sapi Di Peternakan Terpadu Eks Pasca Tambang

Penelitian yang dipimpin oleh Suwarno itu, dimulai dengan menganalisa logam berat yang ada di dalam rumput-rumputan dan cover crop (tanaman penutup tanah untuk hijauan pakan ternak), yang tumbuh disekitar lahan reklamasi. Disamping itu, pihaknya juga menganalisa kandungan nutrisi pada hijauan pakan ternak, serta kandungan logam berat pada jaringan daging dan organ dalam sapi.

Dari hasil analisa tersebut disampaikannya, rata-rata kandungan logam berat dalam hijauan pakan ternak lebih rendah dibandingkan dengan yang ada dalam tanah. Ini yang menurutnya menjadi pertanda baik, karena menunjukkan jika sebagian besar logam berat dalam tanah tidak seluruhnya terlarut, sehingga tidak terserap oleh hijauan pakan.

“Jadi lebih aman untuk dikonsumsi oleh ternak sapi,” ujarnya.

Hal itu dikatakannya sangat dimungkinkan, dikarenakan dengan adanya keberadaan mikroba pengikat logam di dalam tanah. Sehingga, logam yang ada dalam tanah tersebut tak seluruhnya terserap oleh akar tanaman.

Selain itu, hasil uji kandungan nutrisi hijauan pakan ternak, juga memberikan kabar yang menggembirakan. Rumput dan legum yang tumbuh di area reklamasi Binungan memiliki kandungan nutrisi yang baik. Hal itu ditunjukkan dengan kandungan protein yang tinggi, yakni sekitar 5,62 hingga 19,26 ppm.

“Jadi kesimpulannya, residu logam berat pada daging dan organ dalam sapi peternakan Binungan masih dalam batas aman dan layak untuk dikonsumsi. Ini juga ditunjukkan dengan rendahnya nilai residu logam berat yang bersifat toksit bagi manusia seperti Kadmium, Merkuri, dan Arsenik (FSO),” tandasnya.(Hendra Irawan)