Awas Cuaca Ekstrem Hingga Awal Oktober

 

TANJUNG REDEB – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofosika (BMKG) Berau mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem sampai awal Oktober 2016 mendatang. Pasalnya, peningkatan curah hujan disertai angin kencang dan petir diperkirakan akan terus berlangsung.

Kondisi ini sendiri terjadi lantaran dampak fenomena La Nina, dimana curah hujan semakin bertambah. Jadi meskipun masuk dalam musim kemarau, namun hujan deras disertai angin kencang tetap berlangsung. Cuaca ekstrem ini pun sudah mulai dirasakan pada awal September lalu.

“Apalagi saat ini merupakan masa pancaroba, dari musim kemarau ke hujan. Tentu perubahan cuaca ini akan lebih cepat karena pengaruh La Nina,” Ungkap Kepala BMKG Berau, Sulam Khilmi kepada beraunews.com, Senin (26/9/2016).

Peningkatan curah hujan ini pun terus dipantau BMKG. Saat ini terjadi peningkatan hingga 100 persen, dimana kondisi normal berkisar 143 milimeter, sementara saat ini curah hujan tercatat hingga 392 milimeter. Dengan tingginya curah hujan ini, masyarakat pun diminta untuk tetap waspada.

“Kalau untuk potensi bisa saja terjadi banjir di wilayah Tanjung, jadi kita harus tetap siap siaga menghadapi kondisi ekstrem saat ini,” jelasnya.

Ditambahkan Prakirawan BMKG Berau, Ade Heriyadi, dampak dari La Nina ini menyebabkan pertumbuhan awan-awan konvektif, yaitu Cumulonimbus (Cb). Adanya awan ini akan menimbulkan hujan dengan intensitas sedang atau bahkan menimbulkan hujan lebat. Selain itu, adanya awan ini juga akan menyebabkan badai guntur dan halilintar yang akan sangat berbahaya bagi siapa saja.

Awan ini terbentuk akibat dari dampak pemanasan yang tidak merata yang mengakibatkan massa udara dingin dan panas bersinggungan sehingga udara panas di desak naik oleh udara dingin dan akan menghasilkan turbulensi yang akan memicu terjadinya awan-awan konvektif.

“Peningkatan ini pun bisa saja terjadi hingga penghujung musim hujan nanti, pada Februari 2017, tergantung faktor-faktor yang mempengaruhinya. Yang pasti saat ini terjadi peningkatan cukup tinggi, kalau Juli sampai Agustus sekitar 150 mm, tapi sekarang mencapai 392 mm. Ini yang harus diwaspadai,” tutupnya.(M.S. Zuhrie)