Warga 'Ringan Tangan' Buang Sampah Ke Sungai

 

TANJUNG REDEB – Perilaku hidup bersih tampaknya masih sangat jauh dari masyarakat Berau. Hal itu jelas terlihat saat pelaksanaan pesta irau manuntung jukut, di Tepian Sungai Segah, Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Minggu (18/9/2016).

Dari ribuan warga yang hadir, sebagian membuang sampah dari sisa pembakaran maupun bungkus makanan dan botol-botol di sungai. Akibatnya, selain sampah yang terbawa air pasang, sungai juga dipenuhi sampah yang dibuang langsung dari tepi sungai oleh sebagian warga, hingga menimbulkan kesan tak sehat dan mengotori sungai tersebut.

Meski telah disiapkan tempat sampah, namun hal itu tidak menjadikan pembuang sampah sadar. Sementara saat ini, kehidupan masyarakat Berau bergantung pada air sungai tersebut.

Seorang warga yang berada di lokasi sekitar kegiatan tersebut menyampaikan kekecewaannya setelah melihat perilaku sebagian masyarakat Berau yang masih ringan tangan membuang sampah sembarangan.

"Padahal sudah disediakan tempat sampah bagus-bagus, tapi malah buang ke sungai. Ini sungai jadi sumber kehidupan kita masyarakat Berau, kalau sungai ini kotor dan rusak, maka kita juga yang akan menanggung akibatnya," ungkap Sri Ekawati.

Warga lain Yudha mengatakan, Pemkab melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) harus mengambil langkah untuk mengatasi persoalan sampah di sungai agar tindakan membuang sampah ke sungai tidak menjadi kebiasaan yang turun temurun oleh masyarakat Berau.

"Jangan hanya memperhatikan yang di darat saja, sungai lebih penting dan wajib dicegah pencemarannya. DKP harus melakukan inovasi agar masyarakat bisa merubah kebiasaan buruk ini. Tapi meski begitu, masyarakat juga harus membangun kesadaran dan menumbuhkan rasa cinta kepada lingkungan, bersama-sama DKP menjaga kebersihan daerah kita ini. Kalau bukan kita siapa lagi," tandasnya.(Marta)