Kurang Kesadaran, Usai Salat Idul Adha Masjid Agung Banjir Sampah

 

TANJUNG REDEB – Minimnya kesadaran masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama, tampak jelas usai pelaksanaan salat Hari Raya Idul Adha 1437 H, di Masjid Agung Baitul Hikmah, Senin (12/9/2016). Bahkan pemandangan seperti ini selaju saja terulang.

Meski petugas kebersihan telah disiap-siagakan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Berau, namun pemandangan ribuan kertas koran yang digunakan sebagai alas beribadah di halaman masjid tersebut dinilai sebagian masyarakat sebagai tindakan yang mencerminkan kurangnya kesadaran dan empati masyarakat terhadap lingkungannya.

Bahkan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang bebas dari sampah, Pemkab Berau melalui Bupati Muharram, sebelumnya telah mengimbau sekaligus menginstruksikan kepada seluruh lapisan masyarakat dalam berbagai kesempatan untuk menumbuhkan kesadaran terutama agar membuang sampah pada tempatnya. Namun pada faktanya, kesadaran tersebut masih jauh dari harapan yang diinginkan dari masyarakat Berau.

 

Seperti diungkapkan salah seorang netizen di jejaring sosial facebook yang menyebutkan pemandangan di halaman masjid tersebut menunjukkan gambaran masyarakat Berau yang sebagian besar masih belum menyadari arti penting kebersihan, bahkan dinilai kurang pantas ditunjukkan terlebih saat melaksanakan ibadah.

"Masyarakat kita belum terasah empati dan tanggung jawabnya," tulis pemilik akun facebook Naz Rifa, disalah satu kolom komentar yang mengunggah beberapa foto suasana halaman masjid usai pelaksanaan salat Idul Adha.

Pemilik akun bernama Udien Z juga memberi komentar terkait dengan minimnya kesadaran masyarakat tersebut. Bahkan ia menyebut solusi terbaik untuk mengatasi hal demikian bukan hanya dengan memberikan imbauan, namun lebih kepada tindakan nyata dengan menyiapakan kantong-kantong pembuangan sampah di sekitar lokasi ibadah.

"Tahun depan lebih baik kalau disediakan tempat pembuangan sampah atau karung besar, supaya setiap jamaah yang membawa koran sebagai alas untuk salat bisa membuang sendiri ke tempat yang sudah disediakan," ungkapnya.

 

Meski petugas kebersihan siap untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan, namun disampaikan pemilik akun bernama Ismail, alangkah lebih baiknya jika menjaga kebersihan dilakukan oleh seluruh masyarakat dengan penuh kesadaran.

"Apa jadinya Berau ini kalau hanya mengandalkan DKP, karena kalau kita ingin benar-benar menjadi kota yang bersih, kesadaran itu juga harus ditumbuhkan pada masing-masing individu, bukan hanya berharap pada petugas kebersihan saja," tandasnya.(Marta)