Saat Kirab Budaya, Pasukan Kuning Serbu Penonton

 

TANJUNG REDEB – Meski pelaksanaan kirab budaya belum sepenuhnya usai, namun ada yang menarik perhatian selain penampilan para peserta pawai. Keberadaan pasukan kuning Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang hampir hadir di setiap sudut jalan menjadi tujuan pertama mata Bupati Berau, Muharram usai membuka pawai budaya.

Tak ingin sampah memenuhi jalan, setiap sampah yang berserakan meskipun pawai masih berlangsung segera dibersihkan petugas. Salah seorang pegugas yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sejak pagi hari dirinya bersama rekan-rekan yang lain telah bersiaga di hampir sepanjang jalan yang akan dilalui kirab. Tujuannya untuk memantau dan membersihkan sampah yang berserakan.

"Kita diinstruksikan sama pimpinan untuk memastikan agar tidak ada sampah yang berhamburan di jalan. Selain kita bersihkan, kita juga sampaikan ke masyarakat agar sampahnya tidak dibuang sembarangan," ungkapnya kepada beraunews.com, Sabtu (10/9/2016).

BACA JUGA : Peserta dan Penonton Pawai Budaya Wajib Tahu Imbauan Ini

Kehadiran para petugas yang siap siaga membersihkan sampah juga mendapat tanggapan positif dari warga, Fajri misalnya. Menurutnya, kesigapan petugas ini harus diapresiasi. Penghargaan yang d berikan bagi mereka bukan sebuah plakat atau rupiah, melainkan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Fajri tak menampik, jika masyarakat masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.

"Saya lagi nonton tiba-tiba petugas sekitar lima orang ada yang bawa motor sampah, ada yang bawa sapu langsung memunguti sampah warga yang berserakan. Mereka gesit," pujinya.

Sesuai dengan imbauan Bupati sebelum acara dilaksanakan agar masyarakat yang menonton kirab budaya tidak membuang sampah sembarangan. Bahkan Bupati meminta warga membawa plastik untuk tempat sampah sendiri.(M.S. Zuhrie)