Jalan Umum Rusak, Dua Perusahaan Terkesan Lempar Tanggung Jawab

 

BIATAN – Kurang baik apa Pemerintahan Kampung Biatan Lempake dalam menfasilitasi kegiatan pengangkutan kelapa sawit milik PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) Plantation dan PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ).

Tak tanggung-tanggung, Pemerintahan Kampung Biatan Lempake merelakan jalan umum untuk kepentingan arus lalu lintas bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) yang diangkut menuju pabrik maupun minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) menuju 2 unit terminal khusus di Muara Biatan yang juga milik kedua perusahaan tersebut.

Bahkan, kini Pemerintahan Kampung Biatan Lempake telah mengatur pemindahan jalur jalan umum angkutan kelapa sawit kedua perusahaan menuju dari Jalan Hasanuddin yang padat pemukiman ke Jalan RA Kartini yang masih sepi pemukiman.

 

BACA JUGA : Meresahkan, Angkutan Sawit 2 Perusahaan Dialihkan

Hanya saja, Pemerintahan Kampung setempat meminta agar kedua perusahaan itu untuk melakukan pemeliharaan jalan umum yang mereka gunakan. Hal itu disampaikan Ketua BPK Kampung Biatan Lempake, Hasanuddin saat berbincang dengan beraunews.com, Sabtu (10/9/2016) kemarin.

Dikatakan Hasanuddin, pemerintahan kampung dan warga hanya meminta agar kedua perusahaan itu peduli dan mematuhi kesepakatan yang telah dibuat antara perusahaan bersama kampung guna kenyamanan semua pihak serta tidak merugikan kepentingan warga. Apalagi, jalan umum kampung itu juga digunakan warga dalam aktivitas kegiatan ekonomi, baik oleh petani maupun nelayan.

“Harapan kita perusahaan dapat kembali bekerja sama merawat jalan bersama, setidaknya mereka melakukan perawatan jalan setiap bulannya dan melakukan penyiraman karena debunya sangat mengganggu. Sehingga tidak ada kesan perusahaan setengah hati dan saling lempar tanggung jawab merawat jalan tersebut,” pintanya.

 

Ditambahkan Hasanuddin, sebenarnya antar pemerintahan kampung pernah duduk bersama kedua perusahaan untuk membahas penggunaan jalan umum kampung tersebut. Hasilnya, kedua perusahaan berkomitmen untuk bersama-sama merawat dan memperbaiki jika ada jalan umum kampung yang mereka gunakan mengalami kerusakan.

“Pernah diadakan rembuk bersama antara kampung dengan kedua perusahaan untuk memperbaiki jalan bersama-sama jika ada kerusakan. Kesepakatan inilah yang kami minta untuk ditaati,” pungkasnya.(Ade S.CVB)