Meresahkan, Angkutan Sawit 2 Perusahaan Dialihkan

 

BIATAN – Kampung Biatan Lempake pindahkan jalur jalan umum untuk kegiatan pengangkutan kelapa sawit milik PT Tanjung Buyu Perkasa (TBP) Plantation dan PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ), dari Jalan Hasanuddin yang padat pemukiman ke Jalan RA Kartini yang masih sepi pemukiman.

Pantauan beraunews.com di lapangan, Jalan Hasanuddin dan RA Kartini saat ini telah dipasang plang penunjuk jalan tentang larangan melintas telah terpasang kokoh secara permanen.

Kepala Kampung Biatan Lempake, Andi Mulyadi mengatakan, semakin padatnya arus lalu lintas industri sawit, baik berupa Tandan Buah Segar (TBS) maupun minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang melintasi jalan umum yang padat pemukiman dan guna menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan seperti kecelakaan dan pencemaran berupa debu, maka Pemerintah Kampung Biatan Lempake mengalihkan jalur yang biasanya melewati Jalan Hasanuddin yang padat pemukiman dialihkan ke Jalan RA Kartini yang masih sepi pemukiman.

 

“Guna menghindari penggunaan jalur jalan umum padat pemukiman, maka kami mengimbau perusahaan agar pengangkatannya dialihkan ke jalur jalan umum sepi pemukiman,” jelasnya kepada beraunews.com, Rabu (7/9/2016).

Dikatakannya, ada 2 perusahaan sawit yang beroperasi di kampung yang dipimpinnya, yakni PT TBP dan PT DLJ yang masing-masing memiliki kebun dan pabrik pengolahan TBS menjadi CPO. Kedua perusahaan tersebut, selama ini menggunakan jalan umum kampung sebagai jalur pengangkutan hasil perkebunan dan pabrik, baik TBS yang diangkut menuju pabrik, maupun mengangkut CPO menuju terminal khusus di Muara Biatan.

“Ada 2 perusahaan yang beroperasi di wilayah administrasi kampung kami dan kami alihkan jalur angkutan sawit agar tidak mengganggu aktivitas warga, terutama Jalan Hasanuddin yang memang padat penduduk,” bebernya.

BACA JUGA : PT DLJ Gelar Konsultasi Publik Pembangunan Terminal Khusus

 

Dengan telah terpasangnya plang larangan melintas, dikatakan Andi, sudah tidak ada lagi angkutan sawit yang melintasi Jalan Hasanuddin. Sedangkan, Jalan RA Kartini yang masih berupa jalan tanah yang kini digunakan kedua perusahaan, diharapkannya agar pihak perusahaan aktif melakukan penyiraman.

“Untuk Jalan RA Kartini yang kondisi jalannya tanah agar pihak perusahaan aktif melakukan penyiraman bila musim panas karena debunya sangat mengganggu,” tutupnya.(Ade S.CVB)