Ini Bahaya Kecanduan Seks

TANJUNG REDEB – Bagi pasangan muda mudi saat ini, sebaiknya lebih berhati-hati pada seks bebas. Terutama yang belum memiliki buku nikah. Selain tindakan tersebut dilarang secara agama, kecenderungan berhubungan seks bebas juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan, dan dapat menimbulkan berbagai penyakit kelamin dikarenakan terlalu seringnya berhubungan seks bebas.

Humas RSUD dr. Abdul Rivai, Erva Anggriana saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, kecanduan seks merupakan hal yang sangat berbahaya dan lebih berbahaya dari kecanduan obat-obatan terlarang.

Dalam melakukan seks dikatakan Erva, tidak selalu dilakukan dengan cara berhubungan badan. Ada sejumlah cara dalam melakukan seks, yakni masturbasi (onani), bersenggama dengan hetereo (pasangan gender), dan homoseksual. Dijelaskannya, untuk onani sendiri dapat diartikan sebagai kebiasaan membangkitkan nafsu seks, dan memuaskannya dengan tangan atau alat bantu lainnya. Namun cara ini tidak bersentuhan dengan alat kelamin lawan jenisnya.

Berbeda dengan onani, pasangan gender merupakan ketertarikan atau kebiasaan seksual seseorang terhadap lawan jenisnya. Kondisi ini juga sama berbahayanya untuk kesehatan. Heteroseksual merujuk kepada suatu pola atau watak tetap mengalami ketertarikan seksual yang kuat terhadap lawan jenisnya. Namun, apabila kegiatan ini terus dilakukan maka akan terkena resiko penyakit menular, seperti HIV AIDS, apalagi jika sering berganti pasangan.

Sementara Homoseksual, merupakan suatu rasa ketertarikan terhadap sesama jenis. Resikonya pun sama seperti pasangan gender, apabila kerap dilakukan juga dapat menyebabkan penyakit kelamin.

"Secara garis besar semuanya akan menyebabkan kerusakan sel otak. Kecanduan seks ini lebih susah pengobatannya daripada pengobatan terhadap pengguna narkoba, dan minimal penyembuhannya harus 18 bulan menjalani terapi," ungkapnya kepada beraunews.com, Jum’at (26/8/2016).

Selain menyebabkan kerusakan sel otak, lanjut dia, kecanduan seks juga berpengaruh kepada mental seseorang. Apabila seseorang tersebut memiliki kebiasaan bahkan hobi melakukan hubungan seks secara tidak wajar, maka emosinya tidak terkendali dan buruk dalam berperilaku sosial.

Tak jarang pula akibat kecenderungan seks, seseorang bisa saja melakukan tindakan yang mengarah kepada pelanggaran hukum, seperti pelecehan seksual kepada anak di bawah umur.

"Hal ini juga berdampak kepada lingkungan sosial. Seperti mudah marah, emosian bahkan kerap selingkuh, karena merasa tidak puas dengan satu pasangan," ungkapnya.

Ia pun menyarankan dalam melakukan hubungan seks yang sehat, sebaiknya dilakukan satu pasangan yang sudah resmi saja. Disampung itu, akan lebih bagus jika hanya melakukannya 1 hingga 2 kali dalam seminggu.(Hendra Irawan)