Penyakit Ini Hantui Masyarakat Batu Putih?

 

 

BATU PUTIH – Penyebaran penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kecamatan Batu Putih, sepertinya cukup marak. Sepanjang tahun 2017 ini, sudah ribuan lebih warga di Kecamatan Batu Putih terjangkit ISPA. Tak hanya itu, sejumlah penyakit lain seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) juga terjadi.

Kepala Puskesmas Batu Putih, Wiwik Muninggar menyampaikan, ada sejumlah penyakit yang sering diderita masyarakat Batu Putih, mulai dari ISPA, Artritis (radang sendi), Hipertensi, Asma, gastritis (maag), urtikaria (biduran), vertigo, myalgia (nyeri otot), mygrain, hingga typhus abdominalis (demam tifoid). Diantara jenis penyakit tersebut, ISPA, Artritis dan hipertensi, yang banyak diderita masyarakat setempat.

"Sepanjang tahun 2017 ini, setidaknya telah terjadi 3.287 kasus penderita ISPA, 1.167 kasus penderita artritis, dan 851 kasus hipertensi," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (10/11/2017).

Dijelaskannya, salah satu faktor penyebab ISPA dan penyakit lain terjadi, disebabkan pola hidup masyarakat yang kurang sehat, selain akibat terjangkit virus. Biasanya, ISPA sendiri banyak terjangkit pada anak-anak.

"ISPA biasa juga terjadi akibat perubahan cuaca. Belum lagi dikarenakan asap rokok yang dihirup tanpa disadari pasien," jelasnya.

 

Tak hanya itu, sejumlah kasus demam berdarah juga masih terjadi, dan menyerang sejumlah warga. Misalnya saja, sejak 3 bulan terakhir, sudah lebih dari 5 penderita DBD yang telah ditangani Puskesmas Batu Putih.

"Untuk DBD bulan Agustus ada satu kasus, bulan September ada dua kasus, dan untuk bulan Oktober lalu ada empat penderita," ungkapnya lagi.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga di Kecamatan Batu Putih, untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan masing-masing. Terutama, saat curah hujan tinggi, sejumlah penyakit akan sangat mudah berkembang.

"Kami berharap masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit. Terutama ISPA, diare, DBD dan Malaria dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. 3 M itu, menguras, mengubur, menutup, plusnya memakai obat nyamuk, memakai kelambu saat tidur, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain," tandasnya.(Hendra Irawan/bnc)