Tunggu Anggaran, Dinkes Akan Kirim Operator Ikut Pelatihan Pengoperasian Hiperbarik

 

TANJUNG REDEB – Beberapa waktu lalu Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mengirim tenaga medis guna mengikuti pelatihan mengoperasian mesin Hiperbarik. Pasalnya, hingga saat ini belum ada yang mengoperasikan alat yang ada di Puskesmas Tanjung Batu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes, Totoh Hermanto mengatakan, jika pihaknya sempat mencari tenaga dari luar namun memang sulit. Selanjutnya pihaknya akan mengirim calon operator untuk mengikuti pelatihan.
 
“Rencananya kita akan kirim orang dalam saja atau orang puskesmas Tanjung Batu untuk pelatihan mengoperasikan alat itu, sekitar 4 orang atau minimal 2 orang,” ungkapnya saat dikonfirmasi beraunews.com, Senin (21/08/2017).
 
BACA JUGA : Alat Hyperbaric Tak Difungsikan, Wabup Minta Dinas Kirim Orang untuk Pelatihan
 
Dikatakannya, untuk pelatihan sendiri pihaknya belum mengetahui kapan bisa dilaksanakan karena menunggu anggaran perubahan tahun 2017 ini ataupun anggaran murni di tahun 2018 mendatang. Jika anggaran sudah disahkan maka pihaknya bisa segera mengirim calon operator ikut pelatihan di Jakarta.
 
“Kita tunggu anggaran dulu baru kita kirim orang ke sana, kalau tidak di Anggaran Belanja Tahunan (ABT) ini, mungkin di anggaran murni tahun depan,” jelasnya.
 
Totoh berharap, dengan adanya pelatihan yang dilakukan oleh tenaga medis yang ada, bisa memaksimalkan alat Hiperbarik yang sudah ada. Sementara untuk tenaga teknis perbaikan alat saat ada kerusakan, pihaknya akan menggunakan tenaga dari luar.
 
“Kita harap ke depan alat yang ada bisa dimaksimalkan. Kalau untuk tenaga teknisnya kita gunakan orang dari luar nanti,” pungkasnya.(bnc)
 
Wartawan: Dedy Warseto/Editor: Rita Amelia