Kedapatan Menjual Produk Ilegal, Siap-Siap Kena Sanksi

 

TANJUNG REDEB – Inspeksi mendadak yang dilakukan Dinkes beberapa waktu lalu, mendapati masih adanya beberapa tempat yang menjual produk ilegal atau berbahaya untuk dikonsumsi masyarakat luas. Karena hal inilah, Dinkes pun akan mengambil keputusan terkait pemberian sanksi kepada pihak yang telah kedapatan masih menjual produk makanan berbahaya dikonsumsi tersebut.

“Biasanya jika didapatkan makanan ataupun obat-obatan yang ilegal tersebut sebelumnya hanya dilakukan teguran dan penyitaan oleh pihak BPOM sendiri, tetapi jika saat pelaksanaan sidak lagi dan supermarket yang telah dapat teguran masih mengulangi, biasanya BPOM akan melakukan tindakan tegas berupa pemberhentian kegiatan usahanya,” terang Kepala Dinas Kesehatan Berau, Totoh Hermanto kepada beraunews.com.

Diakui Totoh, pada tahun 2017 ini, dari kegiatan sidak juga cukup banyak dijumpai makanan dan obat-obatan ilegal seperti halnya tahun lalu, tetapi untuk jumlahnya menurun atau lebih sedikit ketimbang tahun 2016.

“Sekitar dua minggu yang lalu kami sudah melaksanakan sidak di setiap supermarket ataupun warung-warung yang ada, dan perbandingannya dengan tahun ini, tahun-tahun sebelumnya lebih banyak kami jumpai makanan ataupun obat-obatan ilegal,” bebernya.

Oleh karena itu, dapat dikatakan jika pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang bekerjasama dengan pusat berjalan lancar, karena hampir di setiap tahun angka penjualan makanan ataupun obat-obatan ilegal secara bertahap berkurang dan hampir tidak dijumpai lagi di setiap supermarket ataupun warung-warung.

Dari wacana tersebut, dapat dilihat jika partisipasi pemerintah maupun aparat saat menjelang Hari Raya sangatlah besar, bahkan tiap tahunnya seakan terus-terusan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Akan ada baiknya jika bentuk solidaritas tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk lebih mengontrol ataupun menjaga sesama untuk lebih baik lagi ke depannya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia