Ribuan Guru Dites Urine, Ada Yang Positif

 

TANJUNG REDEB – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Berau menggelar tes urine di beberapa sekolah sejak beberapa pekan lalu. Selain di wilayah Tanjung Redeb, beberapa sekolah di daerah pesisir maupun kecamatan-kecamatan terjauh juga dilakukan pemeriksaan.

Tes urine yang dilakukan saat ini menyasar para guru-guru sekolah mulai dari guru di Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA dan SMK sederajat. Pada pemeriksaan hari terakhir, BNK melaksanakan di SMP Negeri 1 dan Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) Tanjung Redeb.

Ketua BNK Berau, Agus Tantomo mengatakan kegiatan ini merupakan giat rutin BNK setiap tahun. Setelah para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di dinas-dinas. Saat ini pemeriksaan atau test urine dilakukan kepada guru-guru.

"Ini program rutin lanjutan program kemarin. Kemarin dilakukan kepada PNS dan saat ini kita lanjutkan ke guru-guru. Dan bagi yang belum sempat mengikuti test saat kami datang, kami wajibkan melakukan pemeriksaan di kantor," ungkapnya kepada beraunews.com, Jumat (26/05/2017).

Dikatakannya, pola yang dilakukan masih tetap sama, jika ada yang tidak datang maka pihak terkait akan kami surati. Selain itu, jika ada PNS yang ketahuan atau positif menggunakan narkotika, maka akan ada sanksi yang diberikan.

"Sanksinya jelas yakni ada dua, yang pertama penundaan kenaikan gaji berkala, dan yang kedua mewajibkan mereka ikut rehabilitasi selama 8 kali di BNK, jika dalam 8 kali pertemuan kecanduannya belum hilang, maka akan diminta ikut rehabilitasi di luar daerah," tambahnya.

Dari pemeriksaan sekolah-sekolah ini, baru sekitar 70 persen sekolah yang sudah didatangi. Salah satu alasan yakni, keterbatasan anggaran. Namun, tim nantinya akan melakukan pemeriksaan dengan waktu yang tidak akan disampaikan. Tim akan datang sewaktu-waktu ke sekolah-sekolah yang sebelumnya belum sempat dilakukan pemeriksaan urine.

"Kalau data yang ada, sekitar 2.117 guru sudah ikut tes urine dan yang belum sekitar 617 orang. Ada beberapa yang tidak mau bekerjasama dengan BNK dalam tes ini, dan kami minta yang belum sempat dites, bisa ke kantor untuk dites," katanya.

Dalam pemeriksaan, beberapa guru ada yang positif menggunakan narkotika. Namun, hasil tersebut masih harus dipastikan kembali ke rumah sakit. Namun, saat di rumah sakit, hasil permukaan tidak menunjukkan jika hasilnya positif.

"Untuk memastikan kembali, kami bawa lagi ke RS, kalau RS sudah memastikan positif baru yang bersangkutan akan kita kenakan sanksi," bebernya.

 

Dari data yang ada, pada tahun 2016 lalu saat pemeriksaan PNS dan lainnya, terdapat sekitar 10 orang yang positif menggunakan narkotika. Para oknum yang positif sudah disurati dan diminta untuk ikut rehabilitasi. Sementara untuk saat ini ada 1 yang positif.

"Tahun kemarin ada 10, saat ini ada 1, dan ini akan kita koordinasikan dengan rumah sakit dan dokter pendamping. Tetapi masih menunggu hasil pastinya sebelum ada tindakan," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia